BPOLBF Catat Dua Entri Pernyataan Wisata Aman Labuan Bajo Pascagempa
BPOLBF mencatat dua entri pernyataan wisata aman Labuan Bajo Flores pascagempa dalam daftar informasi publik bertanggal 3 September 2026, masing-masing berbahasa Indonesia dan Inggris, namun dokumen belum dapat diakses dari laman PPID.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat dua entri berjudul pernyataan wisata aman di Labuan Bajo Flores pascagempa dalam daftar informasi publik pada 3 September 2026, masing-masing dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tanpa lampiran dokumen yang dapat diunduh pada halaman tersebut.
Entri itu tercantum pada laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPOLBF sebagai informasi secara berkala dengan judul Statement Letter Wisata Aman di Labuan Bajo Flores Pascagempa dan Statement Letter Regarding Safe Tourism in Labuan Bajo, Flores, Following the Earthquake keduanya bertanggal 3 September 2026.
Pada tabel informasi publik, kolom unduhan untuk kedua entri itu kosong sehingga pengunjung laman belum dapat mengakses isi surat pernyataan yang dimaksud.
Rilis dan pernyataan BPOLBF pascagempa
Selain pencatatan di PPID, BPOLBF menerbitkan sejumlah rilis dan pernyataan mengenai kondisi pariwisata Labuan Bajo dan Flores setelah gempa bumi 15 Agustus 2026.
Dalam salah satu berita resmi, BPOLBF menyatakan bahwa aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, berangsur normal dan destinasi utama kembali menerima wisatawan dengan penekanan pada keselamatan sebagai prioritas.
BPOLBF juga membuka layanan informasi wisata pascagempa melalui kanal resmi, termasuk nomor WhatsApp layanan informasi publik, untuk membantu wisatawan memperoleh keterangan terkait kondisi destinasi, aktivitas pariwisata, dan perkembangan situasi di Labuan Bajo Flores.
Koordinasi pemulihan pariwisata dilakukan bersama Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah, antara lain untuk memastikan pembukaan kembali destinasi seperti Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar setelah penutupan sementara demi keselamatan wisatawan.
Isi entri yang dapat dipastikan
Dari laman PPID, informasi yang dapat dipastikan terkait dua entri pernyataan wisata aman Labuan Bajo Flores pascagempa meliputi:
- Tanggal pencatatan informasi: 3 September 2026.
- Dua judul terpisah, masing-masing dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
- Kategori informasi: disajikan sebagai informasi secara berkala.
Laman PPID tidak memuat ringkasan isi, batas wilayah yang tercakup, maupun rincian teknis mengenai kondisi destinasi dalam kedua entri tersebut.
Surat pernyataan yang disebut dalam daftar PPID itu, menurut laporan media dan rilis resmi, berkaitan dengan asesmen keselamatan dan kesiapan industri pariwisata Labuan Bajo dalam menerima kembali kunjungan wisatawan pascagempa, sejalan dengan pendekatan safe before open yang diterapkan BPOLBF.
Konteks pariwisata Labuan Bajo pascagempa
Sejumlah laporan media nasional dan lokal menggambarkan bahwa setelah gempa 15 Agustus 2026, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Flores sempat terdampak, termasuk penutupan sementara sebagian destinasi dan kerusakan pada fasilitas akomodasi maupun akses transportasi.
Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah dan BPOLBF melaporkan bahwa Labuan Bajo tetap terbuka untuk wisatawan, aktivitas pariwisata berangsur normal, dan destinasi utama mulai kembali beroperasi dengan penyesuaian untuk memastikan keselamatan pengunjung.
Media lain mencatat bahwa sebagian pelaku usaha di Labuan Bajo, seperti usaha mikro dan toko suvenir, mengalami penurunan omzet akibat berkurangnya kunjungan wisatawan setelah gempa dan aktivitas erupsi gunung di wilayah Flores.
Dalam konteks tersebut, keberadaan dua entri pernyataan wisata aman di laman PPID BPOLBF pada 3 September 2026 berfungsi sebagai penanda administratif bahwa BPOLBF telah menyiapkan surat pernyataan mengenai kondisi keselamatan wisata di Labuan Bajo Flores pascagempa, sementara isi lengkap surat tetap harus dirujuk pada dokumen resmi yang belum tersedia melalui kolom unduhan di halaman PPID.
Sumber
Berita berikutnya
BBKSDA NTT Tutup Wisata Gunung Anak Ranakah, Radius 1 Km Dibatasi
BBKSDA NTT menutup sementara wisata alam dan pendakian Gunung Anak Ranakah di TWA Ruteng, Manggarai, setelah status waspada dan aktivitas kegempaan me…
Baca juga




