Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPOLBF Kembangkan Konsep Food Forest di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengembangkan konsep food forest di Parapuar, Labuan Bajo, untuk menghubungkan pariwisata berkelanjutan, konservasi, dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengembangkan konsep food forest di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai bagian dari upaya menghubungkan pariwisata berkelanjutan dengan ketahanan pangan lokal.

Menurut pemberitaan Florespos.net, pengembangan food forest dibahas dalam kegiatan Sunset Dialogue bertema “Food Forest dari Lanskap Wisata Menuju Lanskap Ketahanan Pangan” di Natas Parapuar, Labuan Bajo. Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memantau implementasi ketahanan pangan di daerah.

Floresku.com menulis, BPOLBF memandang food forest sebagai pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian hutan dengan budidaya tanaman pangan, buah-buahan, rempah, dan tanaman bernilai ekonomi lain. Kawasan ini diharapkan menjadi sumber pangan lokal, ruang konservasi, sarana edukasi, sekaligus penopang ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Food forest di Parapuar

Florespos.net menjelaskan Parapuar sebagai kawasan otoritatif BPOLBF yang dikembangkan dengan pendekatan etno, ekologi, edukasi, budaya, dan konservasi alam. Konsep ini menempatkan kawasan wisata bukan hanya sebagai ruang kunjungan, tetapi juga sebagai tempat pelestarian alam, penguatan budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kerangka itu, pengembangan food forest di Parapuar diarahkan untuk memperluas fungsi lanskap wisata. Menurut BPOLBF yang dikutip Floresku.com, keberadaan food forest di Parapuar diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbasis alam dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat keterkaitan sektor pertanian, kehutanan, dan pariwisata.

Floresku.com juga menggarisbawahi bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru yang menopang sektor pariwisata. Dalam pemberitaan tersebut, BPOLBF menilai pengembangan food forest sejalan dengan visi pembangunan destinasi pariwisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Pandangan Kemenko Pangan dan BPOLBF

Sekretaris Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dirhansyah Conbul, dalam kutipan Floresku.com, menyatakan bahwa setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah. Ia menilai pangan lokal berbasis hutan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata apabila dikelola secara berkelanjutan.

Dirhansyah menjelaskan bahwa pengembangan food forest menggabungkan pelestarian hutan dengan budidaya tanaman pangan dan buah-buahan sehingga masyarakat memperoleh hasil panen berkelanjutan tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan. Dalam perspektif ketahanan pangan, pendekatan ini dipandang sejalan dengan upaya memperkuat pasokan pangan lokal berbasis potensi daerah.

Floresku.com menambahkan, program food forest di Parapuar juga dikaitkan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo. BPOLBF meyakini, keterhubungan antara rantai pasok pangan lokal dan kebutuhan sektor pariwisata dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta menjaga agar belanja wisatawan lebih banyak terserap di tingkat lokal.

Potensi pangan lokal dan hilirisasi

Dalam laporan Florespos.net, Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Mochamad Saleh Nugrahadi, menilai daerah seperti Manggarai Barat memiliki potensi pangan lokal bernilai ekonomi, termasuk komoditas seperti kelor di Nusa Tenggara Timur. Potensi itu dinilai dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi basis pengembangan usaha.

Masih merujuk Florespos.net, ia menekankan pentingnya memperkuat produksi dan hilirisasi untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat. Hilirisasi yang dimaksud mencakup pengolahan bahan pangan, pengemasan, dan pemasaran produk agar terhubung dengan kebutuhan wisatawan, terutama di destinasi yang berkembang seperti Labuan Bajo.

Sejalan dengan itu, berbagai pernyataan BPOLBF yang dikutip Floresku.com menempatkan pengembangan pangan lokal sebagai bagian dari strategi pariwisata berkelanjutan. Dengan mengaitkan program ketahanan pangan dan pengembangan food forest dengan ekosistem pariwisata, lembaga ini berupaya memastikan pembangunan destinasi tidak terlepas dari kebutuhan dan peran masyarakat lokal.

Kolaborasi lintas sektor

Florespos.net menyebut kegiatan Sunset Dialogue di Parapuar dihadiri perwakilan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha UMKM, peserta Floratama Academy 2026, Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Manggarai Barat, serta perwakilan Persemaian Modern Satar Kodi. Kehadiran unsur lintas sektor ini dipandang sebagai peluang memperkuat koordinasi dalam pengembangan ketahanan pangan destinasi.

Dalam konteks pengembangan kawasan Parapuar, sejumlah informasi yang diterbitkan BPOLBF dan dikutip media lain menggambarkan kawasan ini sebagai ruang pengembangan agrowisata, wellness, dan edu-agrowisata yang terhubung dengan rantai pasok pangan lokal. Kolaborasi dengan berbagai mitra didorong untuk memastikan bahwa penguatan ketahanan pangan berjalan seiring pengembangan daya tarik wisata.

Melalui pengembangan food forest dan program pendukungnya, Parapuar di Labuan Bajo diarahkan menjadi contoh bagaimana lanskap wisata dapat sekaligus berfungsi sebagai lanskap ketahanan pangan, dengan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.