Komodo Ocean Swim 2026 Ramaikan Perairan Seraya Kecil Labuan Bajo
Komodo Ocean Swim 2026 resmi digelar di Pulau Seraya Kecil, Manggarai Barat, pada 26 April 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Komodo Ocean Swim 2026 digelar di Pulau Seraya Kecil, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu, 26 April 2026. Ajang renang perairan terbuka ini diikuti sekitar 36 peserta dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Spanyol, dan Malaysia, menurut Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Bali Sports Foundation Asia.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi BPOLBF dengan Bali Sports Foundation Asia. Penyelenggara menyebut ajang tersebut sebagai upaya memperkuat pengembangan sport tourism sekaligus menambah atraksi wisata di Labuan Bajo di luar paket wisata bahari dan kunjungan ke kawasan taman nasional.
Rute dan kategori lomba
Menurut siaran pers BPOLBF, Komodo Ocean Swim 2026 merupakan penyelenggaraan perdana kompetisi renang perairan terbuka di Labuan Bajo dan merupakan replikasi Bali Ocean Swim yang telah digelar 16 kali hingga 2025.
Kompetisi ini menyediakan dua kategori. Kategori jarak 10 kilometer dimulai pukul 08.00 WITA dengan rute mengelilingi dua pulau kecil, yakni Pulau Anita dan Pulau Hatamin. Kategori 1,2 kilometer dimulai pukul 09.30 WITA dan diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari junior, dewasa, hingga master.
BPOLBF menyebut seluruh dana yang terkumpul dari biaya pendaftaran peserta akan digunakan untuk mendukung program olahraga bagi penyandang disabilitas di Bali dan wilayah Indonesia Timur. Bali Sports Foundation Asia menjadi penyelenggara utama dengan dukungan sejumlah mitra lokal.
Dalam publikasi BPOLBF, tercantum pula daftar pemenang untuk tiap kategori, termasuk peserta junior, dewasa, dan master. Pada kategori 10 kilometer, juara pertama adalah Aaron Trenfield dan juara kedua Cindy Song.
Sport tourism dan inklusi
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyatakan Komodo Ocean Swim 2026 diharapkan memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi sport tourism dan pariwisata inklusif. Menurut dia, kegiatan serupa berpotensi menarik wisatawan berkualitas dan dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan bertaraf internasional.
Founder Bali Sports Foundation Asia, Rodney Holt, menambahkan bahwa ajang ini dirancang untuk mempromosikan Labuan Bajo ke pasar global. Ia menekankan misi sosial penyelenggaraan, yakni pengalihan biaya pendaftaran peserta untuk mendukung program olahraga bagi penyandang disabilitas.
Media lokal Nusa Tenggara Timur turut memberitakan pelaksanaan Komodo Ocean Swim 2026 di Pulau Seraya Kecil sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism dan pariwisata inklusif di Labuan Bajo.
Perairan dan pengalaman peserta
BPOLBF menyoroti karakter perairan di sekitar Pulau Seraya Kecil sebagai kawasan yang potensial untuk pengembangan atraksi renang perairan terbuka. Penyelenggara menyebut dukungan multi pihak, termasuk pelaku pariwisata lokal.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga dikaitkan dengan promosi terumbu karang dan keindahan bawah laut di sekitar Labuan Bajo. Sejumlah peserta internasional memanfaatkan kesempatan lomba untuk menjelajahi kawasan perairan dan pulau-pulau kecil di sekitar lokasi kompetisi.
Komodo Ocean Swim 2026 menjadi salah satu upaya awal memperkenalkan renang perairan terbuka sebagai atraksi wisata baru di Labuan Bajo. BPOLBF dan Bali Sports Foundation Asia menyatakan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut sebagai agenda rutin yang mendukung diversifikasi produk wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sumber
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…
Baca juga


