Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BMKG: Gempa Susulan Flores M7,7 Memasuki Fase Peluruhan

BMKG menyebut aktivitas gempa susulan pascagempa M7,7 Flores 15 Agustus 2026 telah memasuki fase peluruhan signifikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — BMKG menyatakan aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi utama magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 telah memasuki fase peluruhan signifikan, meski potensi guncangan masih tetap ada dan perlu diwaspadai warga Nusa Tenggara Timur.

Menurut siaran pers BMKG bertajuk "Gempa Flores Meluruh, BMKG Ungkap Hasil Survei Lapangan sebagai Basis Mitigasi dan Rekonstruksi", gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB dengan kedalaman sekitar 15 kilometer di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.

BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas struktur tektonik Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik, yang dikenal sebagai zona patahan aktif di utara Kepulauan Nusa Tenggara.

Dalam siaran pers 15 September 2026, BMKG memaparkan aktivitas gempa susulan menunjukkan pola peluruhan dari waktu ke waktu. Lembaga itu menggarisbawahi bahwa peluruhan adalah kecenderungan statistik dan tidak dapat dijadikan dasar untuk memprediksi kapan rangkaian gempa akan benar-benar berakhir atau memprakirakan waktu terjadinya gempa berikutnya.

Aktivitas gempa susulan dan karakteristiknya

BMKG sebelumnya merilis beberapa pembaruan jumlah gempa susulan. Dalam informasi pada 26 Agustus 2026, BMKG mencatat 7.914 gempa susulan hingga pukul 21.30 WIB, dengan magnitudo terbesar M6,2 dan seluruhnya terkait rangkaian pascagempa M7,7 Flores.

Pada 18 dan 19 Agustus 2026, BMKG juga melaporkan pemantauan ribuan gempa susulan serta menerjunkan tim gabungan untuk memantau guncangan, karakteristik tanah, dan dampak tsunami di lapangan. Data yang dirilis menunjukkan sebagian besar gempa susulan berkekuatan kecil, sementara sebagian lainnya dirasakan masyarakat.

Selain itu, BMKG mencatat beberapa gempa susulan signifikan dengan magnitudo di kisaran M5 hingga M5,8 di wilayah Manggarai dan sekitarnya, yang masih berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan susulan, terutama di kawasan dengan bangunan rusak, dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta BPBD setempat.

Dampak guncangan dan temuan survei lapangan

Dalam laporan dinamika gempa Flores, BMKG menyebut guncangan maksimum mencapai sekitar VII MMI di beberapa lokasi di Flores bagian utara dan tengah. Skala MMI menggambarkan tingkat kerusakan dan efek guncangan yang dirasakan di permukaan.

BMKG juga melaksanakan survei lapangan pada 15–25 Agustus 2026 di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, untuk memverifikasi dampak gempa dan tsunami serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyampaikan bahwa survei tersebut menemukan indikasi fenomena likuefaksi di sebagian wilayah yang mengalami guncangan kuat, termasuk di Nagekeo.

Tsunami di pantai utara Flores

BMKG dan tim survei tsunami mencatat jejak gelombang tsunami di sejumlah lokasi pesisir utara Flores setelah gempa M7,7. Hasil survei menunjukkan tinggi tsunami atau run-up tertinggi mencapai sekitar 2,68 meter di Desa Selama, sedangkan jangkauan genangan terjauh mencapai sekitar 145 meter dari garis pantai di Nampar Sepang.

Menurut BMKG, data ini menjadi dasar penting untuk penyusunan peta mikrozonasi bahaya dan rekomendasi mitigasi di kawasan pesisir Flores dan NTT. Lembaga ini menekankan pentingnya evakuasi mandiri yang cepat ke tempat tinggi segera setelah merasakan guncangan kuat, karena tsunami yang dipicu sesar naik di Flores Back-Arc Thrust dapat memiliki waktu kedatangan yang singkat.

BMKG mengingatkan warga pesisir utara Flores dan NTT untuk memahami jalur evakuasi, memperhatikan rambu peringatan, dan senantiasa mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.