Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

NTP NTT Agustus 2026 Naik, Dampak Gempa ke Petani Flores Belum Jelas

NTP Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 naik menjadi 101,29 dengan dukungan beberapa subsektor pertanian.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Stela 2 from Ixlu, now in the plaza of Flores, Petén, Guatemala.
Foto arsip: Stela 2 from Ixlu, now in the plaza of Flores, Petén, Guatemala. · Foto: Gary Todd / Wikimedia Commons, CC0

Labuan Bajo — Nilai Tukar Petani (NTP) Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar 101,29 atau naik 1,10 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi angka tingkat provinsi ini belum cukup untuk menggambarkan secara rinci kondisi pendapatan petani di Manggarai Barat maupun dampak gempa Flores terhadap sektor pertanian di kabupaten tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,99 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun 0,10 persen. Menurut penjelasan BPS yang dirangkum Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, kenaikan It menunjukkan nilai hasil produksi petani meningkat, sementara penurunan Ib menandakan beban pengeluaran untuk konsumsi, produksi, dan penambahan barang modal sedikit berkurang pada bulan tersebut.

NTP merupakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani. Indikator ini dipakai sebagai salah satu ukuran perkembangan kesejahteraan rumah tangga petani, tetapi bersifat agregat dan tidak menunjukkan secara langsung pendapatan setiap petani maupun perbedaan antar kabupaten.

Kenaikan NTP dan peran subsektor

Data BPS NTT yang dikutip Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menunjukkan empat dari lima subsektor pertanian di provinsi itu mengalami peningkatan NTP pada Agustus 2026. Tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan paling besar, diikuti tanaman pangan, perikanan, dan peternakan. Hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyebut komoditas seperti gabah, biji kakao, jambu mete, dan jagung sebagai penopang kenaikan NTP di tingkat provinsi. Di sisi lain, penurunan harga beberapa komoditas sayur dan buah menekan subsektor hortikultura, meski dampaknya terhadap NTP keseluruhan tertahan oleh kenaikan harga beras dan beberapa komponen biaya seperti angkutan.

Selain NTP, BPS juga menghitung Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) NTT pada Agustus 2026 sebesar 105,92 atau naik 0,88 persen dibandingkan Juli 2026. NTUP mengukur perbandingan penerimaan usaha pertanian terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal, tanpa memasukkan konsumsi rumah tangga. Berdasarkan penjelasan BPS yang dikutip Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kenaikan NTUP banyak didorong subsektor tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan.

Dampak gempa Flores terpusat di Ngada

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa berkekuatan M7,7 terjadi di laut sebelah utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Laporan Indonesian Humanitarian Coordination Platform menyebut guncangan kuat dirasakan di banyak wilayah Flores, termasuk Ngada, dan peringatan tsunami sempat diterbitkan sebelum dinyatakan berakhir sekitar dua setengah jam kemudian.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT yang dikutip sebuah laporan berita nasional, gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di Kabupaten Ngada. BPBD mencatat 4.914 rumah rusak di 12 kecamatan, kerusakan satu perkampungan, 12 titik ruas jalan, 55 kantor pemerintahan, 41 fasilitas kesehatan, enam fasilitas kesehatan hewan, 85 satuan pendidikan, dan 32 rumah ibadah.

BPBD NTT juga melaporkan dua orang meninggal dan 43 orang luka-luka. Sebanyak 2.551 jiwa dari 1.425 keluarga mengungsi di 81 titik pengungsian, yang tersebar di Kecamatan Riung, Bajawa, dan Aimere. Pemerintah Kabupaten Ngada menetapkan status tanggap darurat gempa bumi selama 30 hari, sejak 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Laporan lain menyebut pembaruan data korban dan keluarga terdampak masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Pemkab Ngada, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngada, memutakhirkan data keluarga terdampak gempa menjadi 14.850 keluarga per 31 Agustus 2026.

Keterbatasan pembacaan NTP untuk Manggarai Barat

Data BPS NTT yang tersedia untuk Agustus 2026 disajikan pada tingkat Provinsi NTT dan menggambarkan rata-rata kondisi harga dan biaya di seluruh provinsi. Sementara itu, laporan BPBD Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten Ngada berfokus pada kerusakan fisik, korban, dan penanganan darurat di Kabupaten Ngada.

Dalam bahan-bahan tersebut belum terdapat rincian khusus mengenai kerusakan lahan pertanian, kehilangan ternak, atau perubahan harga komoditas di tingkat petani untuk masing-masing kabupaten di Flores, termasuk Manggarai Barat. Oleh karena itu, kenaikan NTP NTT pada Agustus 2026 tidak dapat langsung dibaca sebagai bukti bahwa seluruh petani di Flores, baik di wilayah terdampak gempa maupun tidak, mengalami peningkatan pendapatan.

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Manggarai Barat, indikator yang lebih tepat untuk memantau kondisi ekonomi petani ke depan adalah NTP dan NTUP pada tingkat kabupaten, perkembangan harga komoditas utama setempat, biaya angkutan dan input produksi, serta data resmi mengenai kerusakan lahan dan fasilitas pertanian akibat gempa.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.