BNPB Survei Udara Wilayah Terdampak Gempa M7,7 di NTT
BNPB menyurvei udara wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memeriksa dampak tsunami dan jalur bantuan. Pemantauan menyisir pesisir utara Flores dari Labuan Bajo hingga Nagekeo.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan survei udara untuk memetakan wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemantauan itu juga dipakai untuk memeriksa dampak tsunami dan menilai jalur distribusi bantuan di pesisir utara Flores.
Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan BNPB, pemantauan dilakukan dengan helikopter dan menyisir Labuan Bajo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, hingga Nagekeo. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyebut survei tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh atas kondisi wilayah terdampak serta memvalidasi laporan dari masyarakat dan pemerintah daerah.
BNPB menyatakan penerbangan dilakukan pada ketinggian sekitar 25 hingga 30 meter. Dari hasil pengamatan visual, lembaga itu menilai dampak tsunami secara umum tergolong minor.
Dua titik landaan
BNPB menyebut hamparan tsunami hanya teridentifikasi di dua titik, yakni Riung dan perbatasan Riung dengan Nagekeo. Menurut BNPB, kedua lokasi itu didominasi kawasan tambak sehingga dampaknya terhadap permukiman dinilai tidak besar.
Survei udara juga dipakai untuk mendokumentasikan kerusakan dan mencari titik penjatuhan bantuan bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan. BNPB menempatkan hasil pengamatan udara sebagai dasar awal untuk menyiapkan penyaluran logistik ke lokasi yang sulit dijangkau lewat darat.
RRI, dalam laporan terpisah, menuliskan keterangan serupa dari BNPB bahwa survei udara dilakukan untuk memetakan kondisi wilayah terdampak, memvalidasi laporan lapangan, dan menentukan jalur distribusi bantuan. Laporan itu juga menyebut penyisiran dilakukan pada hari ketujuh pascagempa.
Verifikasi lanjutan
Hasil pemantauan udara belum berdiri sendiri sebagai pemetaan akhir. BNPB masih menyiapkan verifikasi lapangan untuk memeriksa kerusakan bangunan dan kebutuhan warga secara lebih rinci.
Gempa yang menjadi latar survei dilaporkan oleh BMKG sebagai gempa magnitudo 7,7 di wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Laporan BMKG juga menyebut gempa itu berpotensi tsunami di sejumlah wilayah NTT.
Dengan temuan udara tersebut, BNPB menggunakan gambaran awal untuk menata prioritas penanganan di wilayah pesisir Flores, terutama di kabupaten yang berada di lintasan pemantauan dari Labuan Bajo hingga Nagekeo.
Fakta utama
- Moda survei: helikopter.
- Rute pemantauan: Labuan Bajo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.
- Ketinggian terbang: sekitar 25–30 meter.
- Dampak tsunami: secara umum minor.
- Titik landaan yang disebut BNPB: Riung dan perbatasan Riung-Nagekeo.
Sumber
Berita berikutnya
Bantuan Beras untuk Pesisir Utara Manggarai Barat Pascagempa Flores
Pemkab Manggarai Barat dan sejumlah lembaga menyalurkan bantuan beras dan logistik kepada warga terdampak gempa Flores di pesisir dan kepulauan, terma…
Baca juga




