Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

135 Petani Flores Timur Belajar Pertanian Berkelanjutan di TTS

Sebanyak 135 petani Flores Timur mengikuti kunjungan belajar pertanian berkelanjutan ke Timor Tengah Selatan pada 8–21 Juni 2026. Program ini melibatkan Plan Indonesia, Bappenas, dan sejumlah mitra pembangunan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pengambilan Sumpah Jabatan sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Flores Timur Periode 1989-1994 oleh Gubernur NTT, dr.
Foto arsip: Pengambilan Sumpah Jabatan sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Flores Timur Periode 1989-1994 oleh Gubernur NTT, dr. · Foto: Pemerintah Kabupaten Flores Timur. / Wikimedia Commons, Public domain

Labuan Bajo — Sebanyak 135 petani dari Flores Timur mengikuti kunjungan belajar pertanian berkelanjutan di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada 8–21 Juni 2026. Program ini digelar untuk memperkuat praktik hortikultura, kelembagaan petani, akses pasar, dan ekonomi lokal berbasis pertanian.

Plan Indonesia menyebut kegiatan itu berlangsung selama dua pekan dan diikuti 135 peserta, terdiri atas 80 petani Flores Timur, 20 petani dampingan Plan Indonesia, serta 35 petani dampingan Caritas Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan Bappenas, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, GIZ, Yayasan Krisna Galensya, dan Caritas Indonesia.

Dalam siaran persnya, Plan Indonesia menjelaskan bahwa para peserta akan mempelajari hortikultura berbasis Good Agricultural Practices (GAP), pertanian cerdas iklim, penguatan kelembagaan kelompok tani, kewirausahaan hijau, akses pasar, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan penerimaan peserta dilakukan di Soe pada 10 Juni 2026.

Rincian peserta

Plan Indonesia juga menyebut program ini menjadi bagian dari penguatan model Youth-Led Agri-food (YLAF) di TTS. Lembaga itu menautkan pembelajaran lapangan dengan upaya mendorong keterlibatan pemuda dan perempuan dalam sektor pertanian berkelanjutan.

Dalam keterangan yang sama, Plan Indonesia menyebut kegiatan tersebut merupakan ruang pertukaran pengetahuan antara wilayah yang mengembangkan hortikultura di Flores Timur dan TTS. Informasi itu sejalan dengan laporan media lokal yang pada 8 Juni 2026 memberitakan keberangkatan petani Flores Timur ke Soe untuk pelatihan pengembangan hortikultura berbasis GAP.

Konteks program

Laporan media lokal pada 8 Juni 2026 menyebut sedikitnya 90 petani diberangkatkan dari Flores Timur ke Soe untuk mengikuti pelatihan hortikultura. Namun siaran pers Plan Indonesia pada 10 Juni 2026 menjelaskan bahwa total peserta kunjungan belajar berjumlah 135 orang, sehingga angka itu menjadi acuan yang digunakan dalam naskah ini.

Kegiatan tersebut diposisikan sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan lokal, jejaring antarpelaku tani, dan pembelajaran antarwilayah di Nusa Tenggara Timur. Dengan pola itu, peserta diharapkan membawa pulang praktik budidaya dan pengelolaan usaha tani yang bisa diterapkan di Flores Timur.

Program ini berlangsung hingga 21 Juni 2026 dan ditutup dengan agenda pembelajaran lapangan di wilayah dampingan mitra pelaksana di TTS. Dalam siaran persnya, Plan Indonesia menegaskan bahwa fokus pembelajaran mencakup praktik budidaya, pasar, dan penguatan kelompok tani.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.