Undana Libatkan 30 UMKM Labuan Bajo dalam Program Ekonomi Hijau
Undana bersama perguruan tinggi mitra internasional dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melatih 30 UMKM Labuan Bajo untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau dalam usaha pariwisata, sebagai bagian dari rangkaian konferensi ICEMAT 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Labuan Bajo mengikuti pelatihan dan pengembangan kapasitas yang digelar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama mitra perguruan tinggi internasional dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha pariwisata berkelanjutan di tengah pemulihan ekonomi Labuan Bajo pascagempa, sebagai bagian dari rangkaian 4th International Conference on Economics, Management, Accounting & Tourism (ICEMAT) 2026.
Pelatihan berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Labuan Bajo dengan tema “Go Green, Stay Competitive: Practical Tools for Sustainable Tourism Businesses”, sebagaimana dilaporkan RRI dan Undana. Program ini melibatkan Undana, Universiti Kebangsaan Malaysia, serta mitra perguruan tinggi dari India bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Dekan FEB Undana Rolland Epafras Fanggidae mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat internasional itu difokuskan pada pelatihan dan pengembangan kapasitas sekitar 30 pelaku UMKM pariwisata di Labuan Bajo. Menurut dia, keterlibatan mitra internasional diharapkan membuka pertukaran pengetahuan dan jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola pariwisata, dan pelaku UMKM.
Fokus pada daya saing dan keberlanjutan
Menurut pemberitaan Undana, pelatihan disusun untuk mendorong penerapan prinsip ekonomi hijau dalam usaha pariwisata, termasuk strategi mencegah dampak negatif pertumbuhan kunjungan wisatawan seperti lonjakan sampah. Pendekatan hijau dipandang penting untuk menjaga daya saing produk dan destinasi pariwisata premium Labuan Bajo di pasar internasional.
Pos Kupang menulis, hari kedua ICEMAT 2026 di Labuan Bajo diarahkan pada penguatan kapasitas UMKM dan gagasan ekonomi hijau untuk mendukung pemulihan pariwisata pascagempa. Rolland Fanggidae menegaskan bahwa penguatan UMKM penting karena pelaku usaha di Labuan Bajo masih bergantung pada aktivitas pariwisata, terutama kunjungan wisatawan dan berbagai event.
Ketergantungan pada satu sumber permintaan membuat UMKM rentan ketika jumlah kunjungan atau acara menurun. Karena itu, pelatihan difokuskan untuk mendorong diferensiasi dan diversifikasi produk agar usaha warga mampu bertahan di tengah dinamika situasi krisis, sebagaimana dijelaskan Undana dan Pos Kupang.
Kaitan dengan ICEMAT dan jejaring internasional
Undana menyebut pelatihan UMKM di BLK Labuan Bajo sebagai bagian dari rangkaian ICEMAT 2026. Hari kedua konferensi diawali dengan kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Undana, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan mitra perguruan tinggi dari India, sebelum peserta UMKM dihadirkan langsung dalam sesi konferensi untuk menyerap paparan akademik internasional.
ICEMAT 2026 sendiri mengusung tema “Sustainable Finance and Green Economic Development”, dengan pelaksanaan konferensi pada Kamis, 17 September 2026, di Zasgo Hotel Labuan Bajo secara hibrida. Menurut informasi Undana dan pengumuman penyelenggara, konferensi ini menjadi ruang bagi peneliti dan akademisi dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset dan membahas isu pembangunan ekonomi hijau.
Pos Kupang memberitakan bahwa hari kedua ICEMAT dimanfaatkan untuk mempertemukan akademisi internasional dengan pelaku usaha lokal melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas. Rolland berharap keterlibatan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut dalam bentuk penerapan pengetahuan untuk pengembangan usaha di tengah proses pemulihan ekonomi Labuan Bajo setelah gempa.
Dalam laporan Undana, konferensi juga dirangkaikan dengan penguatan jejaring kelembagaan antarnegara melalui penandatanganan dokumen kerja sama antara FEB Undana dan Faculty of Economics and Management Universiti Kebangsaan Malaysia. Kemitraan ini diarahkan pada kolaborasi riset dan program akademik bersama, yang diharapkan berdampak pada pengembangan praktik usaha berkelanjutan dan pariwisata di Manggarai Barat.
Sumber
- RRI Ende - "Undana Gandeng Mitra Internasional Kembangkan UMKM Pariwisata Berkelanjutan"
- Undana - "Dorong Penerapan Green Economy, FEB Undana Latih 30 Pelaku UMKM Pariwisata Premium Labuan Bajo"
- Pos Kupang - "Hari Kedua ICEMAT, Undana Fokus UMKM dan Ekonomi Hijau Labuan Bajo Pascagempa"
- ITS Global Engagement - "4th ICEMAT 2026 – Call for Papers"
Berita berikutnya

Gempa Flores 7,7: Koperasi Jaga Layanan dari Lokasi Darurat
KSP Kopdit Pintu Air di Flores memindahkan layanan ke lokasi darurat di halaman kantor untuk tetap melayani anggota setelah gempa 7,7 di Flores.
Baca juga




