Empat KNMP NTT Siap Beroperasi, Warloka Diproyeksikan Hasilkan 1.038 Ton Ikan
Empat Kampung Nelayan Merah Putih di Nusa Tenggara Timur disebut siap dioperasionalkan, termasuk di Warloka, Manggarai Barat.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah menyatakan empat Kampung Nelayan Merah Putih di Nusa Tenggara Timur siap dioperasionalkan, termasuk kawasan Warloka di Kabupaten Manggarai Barat yang dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi pesisir terpadu mulai dari penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, distribusi, hingga peningkatan nilai tambah produk perikanan.
Menurut keterangan Kementerian Komunikasi dan Informatika, empat KNMP di NTT tersebut berada di Manggarai Barat, Flores Timur, Alor, dan Kupang.
Di Warloka, pemerintah memperkenalkan fasilitas rantai dingin dan logistik sebagai instrumen untuk memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, menjaga mutu, serta mendukung distribusi yang lebih efisien.
Fasilitas dan proyeksi di Warloka
Keterangan resmi pemerintah menyebut KNMP Warloka didukung 263 nelayan aktif dan 178 unit armada kapal dengan komoditas unggulan ikan tongkol, tembang, dan layang.
Kawasan ini diproyeksikan menghasilkan 1.038 ton produk perikanan per tahun, dengan potensi peningkatan pendapatan nelayan sekitar Rp3,5 juta per orang per bulan setelah KNMP beroperasi.
Untuk mendukung distribusi dan menjaga mutu hasil tangkapan, KNMP Warloka dilengkapi 1 unit gudang beku portabel, 1 unit pabrik es, 1 unit mobil berpendingin, serta 50 unit kotak pendingin.
Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasan pemerintah mengenai kesiapan operasional kawasan KNMP di Nusa Tenggara Timur.
Peran KNMP bagi nelayan Warloka
Menurut penjelasan pemerintah, KNMP dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi pesisir yang menggabungkan kegiatan produksi, penyimpanan, pemasaran, dan pengembangan usaha nelayan.
Di Warloka, fasilitas rantai dingin diharapkan membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan, dan memperkuat posisi tawar saat menjual produk.
Pemerintah menyebut KNMP sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kesejahteraan nelayan dan mendorong peningkatan Nilai Tukar Nelayan secara nasional.
Target nasional Kampung Nelayan Merah Putih
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir 2029.
Pembangunan dilakukan bertahap: pada 2026 ditargetkan 1.269 kampung, kemudian masing-masing 1.000 kampung pada 2027 dan 2028, dan sisanya diselesaikan pada 2029.
Sejumlah pemberitaan menyebut kebutuhan anggaran pembangunan KNMP pada 2026 diperkirakan sekitar Rp10 triliun.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan jajaran pemerintah menyatakan program KNMP di berbagai daerah, termasuk NTT, diarahkan untuk menaikkan Nilai Tukar Nelayan dari kisaran 103 menjadi sekitar 120 pada 2026–2027.
Upaya tersebut ditempuh melalui pembangunan infrastruktur produksi dan rantai pasok di kampung nelayan, pembukaan akses pasar, serta penguatan ekosistem usaha perikanan.
Bagi nelayan Warloka, keberhasilan KNMP akan bergantung pada sejauh mana fasilitas yang dibangun digunakan secara optimal, biaya penyimpanan dan distribusi tetap terjangkau, serta akses pasar untuk komoditas tongkol, tembang, dan layang semakin kuat.
Sumber
Berita berikutnya

Hidroponik 1.400 Lubang Tanam Pasok Selada ke Wisata Labuan Bajo
Pertanian hidroponik di Labuan Bajo dilaporkan memiliki kapasitas sekitar 1.400 lubang tanam dengan produksi tiga kuintal selada per panen untuk memas…
Baca juga



