Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Hotel Jayakarta Labuan Bajo Rusak Akibat Gempa M7,7, Operasional Ditutup

Gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di laut timur laut Mbay, Nagekeo, merusak sejumlah bagian Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Tamu dan pekerja dievakuasi dan operasional hotel ditutup sementara untuk pemulihan bangunan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan BajoGempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, menimbulkan kerusakan pada Hotel Jayakarta di Labuan Bajo dan memaksa manajemen mengevakuasi tamu serta pekerja dari gedung.

Menurut laporan jurnalis Media Indonesia dari lokasi, guncangan kuat terasa di kawasan pesisir Labuan Bajo dan membuat sejumlah bagian bangunan hotel mengalami kerusakan. Material plafon dan dinding di area lobi dan lantai bawah terlihat runtuh dan berserakan di lantai, sementara beberapa perabot hotel ikut terdampak.

Evakuasi tamu dan penutupan hotel

Media Indonesia melaporkan petugas hotel mengarahkan tamu keluar bangunan melalui jalur tangga darurat dan area terbuka di sekitar hotel. Sejumlah tamu terlihat panik dan bergegas meninggalkan kamar setelah guncangan pertama, lalu memilih bertahan di luar gedung karena khawatir akan gempa susulan.

CNN Indonesia mencatat bahwa Hotel Jayakarta menjadi salah satu fasilitas akomodasi yang terdampak paling berat di Labuan Bajo, dengan kerusakan di lobi, tembok, serta meja dan kursi yang berserakan. Laporan yang sama menyebut sebagian fasilitas publik lain di Labuan Bajo juga mengalami kerusakan akibat guncangan yang dirasakan kuat.

Dalam keterangan kepada media, perwakilan manajemen The Jayakarta Suites Komodo-Flores menyatakan operasional hotel ditutup sementara sejak hari pertama gempa untuk keperluan pemeliharaan dan pemulihan bangunan. Penutupan berlaku mulai 15 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari manajemen, setelah pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur dan fasilitas hotel.

Guncangan dan peringatan tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa awal pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB dengan magnitudo 7,0, kemudian memperbarui parameter menjadi M7,7 pada kedalaman 15 kilometer. Episenter gempa berada di laut, dengan koordinat sekitar 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau 30 kilometer timur laut Nagekeo.

BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami segera setelah gempa utama dan mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB, setelah pemutakhiran data muka air laut. Dalam laporan pemutakhiran, BMKG menyebut gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik pesisir, termasuk Labuan Bajo dengan ketinggian sekitar 0,36 meter. BMKG menyatakan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.

Dampak pada pariwisata Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui pernyataan yang dikutip media menggarisbawahi bahwa gempa M7,7 di kawasan Mbay-Nagekeo menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas wisata di NTT, termasuk hotel dan destinasi di Labuan Bajo. Hotel Jayakarta disebut mengalami kerusakan struktur dan bagian bangunan sehingga seluruh tamu dan karyawan harus dievakuasi.

Laporan detikTravel menyebut sejumlah hotel di Labuan Bajo terdampak gempa, dengan tingkat kerusakan yang diperkirakan berada pada kisaran 10–30 persen untuk bangunan hotel yang terdata saat itu. Dalam laporan tersebut, Hotel Jayakarta disebut sebagai akomodasi yang mengalami kerusakan parah di bagian lobi, dengan plafon ambruk dan dinding retak.

Seiring penutupan sementara Hotel Jayakarta dan upaya pemulihan fasilitas, pelaku usaha akomodasi di Labuan Bajo menunggu hasil pemeriksaan struktur bangunan serta kepastian jadwal pembukaan kembali layanan bagi tamu. Pemerintah dan lembaga teknis seperti BMKG dan Badan Geologi menyampaikan imbauan agar masyarakat dan pelaku usaha di kawasan pesisir mematuhi jalur evakuasi dan memperhatikan informasi resmi terkait aktivitas gempa dan tsunami.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.