Hidroponik 1.400 Lubang Tanam Pasok Selada ke Wisata Labuan Bajo
Pertanian hidroponik di Labuan Bajo dilaporkan memiliki kapasitas sekitar 1.400 lubang tanam dengan produksi tiga kuintal selada per panen untuk memasok sektor pariwisata.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pertanian hidroponik di Labuan Bajo dikembangkan untuk memasok sayuran segar bagi sektor pariwisata, dengan salah satu unit usaha dilaporkan memiliki kapasitas sekitar 1.400 lubang tanam dan menghasilkan sekitar tiga kuintal selada per panen untuk kebutuhan hotel, restoran, dan usaha wisata di kota itu.
Informasi mengenai kapasitas dan produksi tersebut diberitakan detikFinance dalam laporan foto bisnis tentang pertanian hidroponik yang memasok sayuran bagi sektor pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 23 Juli 2026.
Pertanian hidroponik menjadi salah satu model produksi pangan di kawasan wisata ini, sejalan dengan berbagai inisiatif sebelumnya yang mendorong keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok pangan pariwisata, termasuk riset dan program pengembangan hortikultura untuk memenuhi permintaan hotel dan restoran di Labuan Bajo.
Kapasitas dan komoditas
Menurut laporan detikFinance, salah satu kebun hidroponik di Labuan Bajo memiliki kapasitas sekitar 1.400 lubang tanam dengan komoditas utama berupa selada.
Dari kapasitas itu, produksi yang disebutkan mencapai sekitar tiga kuintal selada per panen, yang dipasok ke sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Sejumlah kajian hortikultura di Manggarai Barat menunjukkan bahwa selada merupakan salah satu sayuran yang dibudidayakan secara intensif untuk memenuhi permintaan hotel dan restoran di Labuan Bajo, baik melalui sistem hidroponik maupun budidaya konvensional.
Dalam berbagai studi kasus usaha hidroponik di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya, petani lokal memadukan beberapa jenis sayuran daun, seperti selada, pakcoy, dan sayuran lainnya, untuk pasar wisata dan masyarakat lokal.
Pemasok untuk sektor pariwisata
Laporan detikFinance menyebutkan bahwa hasil selada dari kebun hidroponik tersebut ditujukan untuk memasok sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Sejumlah penelitian dan laporan kebijakan daerah menunjukkan bahwa hotel, restoran, dan pelaku usaha wisata di Labuan Bajo selama ini menjadi pembeli utama sayuran segar, termasuk produk hidroponik, di samping konsumen rumah tangga.
Namun, laporan detikFinance yang memuat angka 1.400 lubang tanam dan hasil tiga kuintal per panen tidak merinci nama petani atau pengelola kebun, maupun daftar rinci pembeli seperti hotel atau restoran tertentu.
Studi Bappeda Manggarai Barat tentang tanaman hortikultura menyatakan bahwa produksi sayuran lokal, termasuk selada, baru memenuhi sebagian kebutuhan industri pariwisata, sehingga pasokan dari luar daerah masih berperan besar.
Peran dalam ketahanan pangan pariwisata
Selain unit usaha individual, pengembangan kebun hidroponik di Labuan Bajo juga didorong oleh berbagai pihak, seperti badan usaha milik desa dan lembaga keagamaan, untuk memperkuat rantai pasok sayuran lokal bagi pariwisata.
Program ketahanan pangan yang melibatkan kebun sayur lokal di Labuan Bajo menargetkan suplai sayuran ke hotel dan restoran apabila produksi melebihi kebutuhan internal, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Dalam konteks itu, kebun hidroponik berkapasitas sekitar 1.400 lubang tanam dan produksi tiga kuintal selada per panen menjadi salah satu contoh kontribusi petani lokal terhadap suplai sayuran segar bagi wisatawan, meski belum ada data publik yang merinci porsi kebutuhan pariwisata yang benar-benar dapat dipenuhi oleh satu unit kebun tersebut.
Sumber
- detikFinance - Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata
- BAPPEDA Manggarai Barat - Laporan Akhir Kajian Tanaman Hortikultura Kabupaten Manggarai Barat
- VoxNTT - BUMDes Mitra Bersama Resmi Luncurkan Green House Hijau Lestari Hidroponik di Desa Batu Cermin
- Analisis Usaha Hidroponik Bajo Green (Studi Kasus Usaha Hidroponik di Desa Nggorang, Labuan Bajo Kecamatan Komodo)
- BPOLBF Kolaborasi Lintas Sektor, Wujudkan Ketahanan Pangan Pariwisata Labuan Bajo
- KatongNTT - Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Menonton
- Floresa.co - Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kebun Hidroponik BPO-LBF yang Langsung Mubazir Usai Panen Perdana
Berita berikutnya

135 Petani Flores Timur Belajar Pertanian Berkelanjutan di TTS
Sebanyak 135 petani Flores Timur mengikuti kunjungan belajar pertanian berkelanjutan ke Timor Tengah Selatan pada 8–21 Juni 2026. Program ini melibatk…
Baca juga




