Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Bandara Komodo Jadi Titik Mobilisasi Bantuan Pascagempa di Flores

Bandara Komodo, Labuan Bajo, menjadi titik kedatangan pesawat TNI AU yang membawa rombongan pemerintah pusat pada 16 Agustus 2026. Pemerintah menyiapkan distribusi 50.000 paket sembako untuk wilayah terdampak gempa di Flores.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: An Indonesia Air Transport , PK-TSO, Fokker 50 operating a scheduled service from Denpasar to Labuan Bajo.
Foto arsip: An Indonesia Air Transport , PK-TSO, Fokker 50 operating a scheduled service from Denpasar to Labuan Bajo. · Foto: YSSYguy at English Wikipedia / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Labuan BajoBandara Komodo, Labuan Bajo, menjadi salah satu titik mobilisasi bantuan kemanusiaan untuk penanganan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pada 16 Agustus 2026, pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara yang bertolak dari Jakarta tiba di bandara itu membawa rombongan pemerintah pusat.

Dalam keterangan resmi UPBU Kelas II Komodo, rombongan tersebut terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Sosial. Sejumlah perwakilan BUMN, yakni PLN, Telkom, dan Pertamina, juga ikut dalam rombongan untuk mendukung koordinasi pemulihan layanan dasar.

UPBU Kelas II Komodo menyebut kedatangan rombongan itu berkaitan dengan percepatan penanganan dampak gempa bumi di Flores. Dari bandara ini, pemerintah juga menyiapkan distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak di pulau tersebut.

50.000 paket sembako

Bantuan Presiden berupa 50.000 paket sembako disiapkan untuk segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak. UPBU Kelas II Komodo menyebut bantuan itu diarahkan ke sejumlah wilayah terdampak lain di Flores.

Kedatangan bantuan melalui jalur udara mempercepat pengiriman logistik ke daerah yang terdampak bencana. Bandara Komodo menjadi titik penting karena juga memudahkan pergerakan personel pemerintah pusat dan koordinasi lintas instansi di lapangan.

Di waktu yang sama, Kementerian Pariwisata melalui BOPLBF juga menyebut pemerintah pusat menyalurkan 50.000 paket sembako ke wilayah terdampak di Pulau Flores. Lembaga itu menulis, bantuan dibawa oleh pejabat pusat yang kemudian menggelar rapat koordinasi penanganan kebencanaan di Labuan Bajo.

UPBU Kelas II Komodo menegaskan prioritas utama dalam operasi kemanusiaan ini adalah keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional bandara. Seluruh proses, mulai dari kedatangan pesawat hingga pergerakan logistik dan rombongan, dijalankan agar aman, tertib, dan sesuai ketentuan penerbangan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan pascabencana di Flores melalui koordinasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Bandara Komodo berperan sebagai simpul transportasi udara untuk mendukung mobilisasi bantuan dan personel.

Dalam laporan UPBU Kelas II Komodo, bantuan sembako dan kehadiran rombongan pemerintah pusat diarahkan untuk membantu kebutuhan dasar warga serta memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak.

Peristiwa ini berlangsung pada 16 Agustus 2026 di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.