Pratikno Pimpin Respons Pemerintah saat Upacara HUT RI di Ruteng
Menko PMK Pratikno mengikuti upacara bendera HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin, 17 Agustus 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026.
Upacara digelar di tengah masa tanggap darurat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores dan sejumlah wilayah di NTT pada pertengahan Agustus 2026. Menurut keterangan resmi BNPB, hingga 17 Agustus 2026 tercatat 54 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Pratikno hadir bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo. Dalam keterangan pers yang dikutip sejumlah media, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah pusat telah berada di NTT sejak hari pertama kejadian untuk meninjau kondisi lapangan dan membahas percepatan pemulihan.
Ia menyebut kehadiran pemerintah di lokasi bencana sebagai komitmen moral untuk mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai, dengan pembagian tugas antarkementerian dan lembaga di berbagai daerah terdampak.
Penanganan darurat dan distribusi bantuan
Kepala BNPB Suharyanto melalui keterangan tertulis pada 17 Agustus 2026 menjelaskan bahwa Posko Nasional penanganan gempa NTT berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Posko ini menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk warga terdampak gempa.
Bantuan dari Posko Nasional diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere. Logistik dari Posko Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Suharyanto menyebut armada penyaluran bantuan mencakup jalur darat, laut, dan udara. Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter untuk mendukung evakuasi medis darurat ke fasilitas kesehatan rujukan.
Media nasional mencatat pendistribusian logistik ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Manggarai dan Kabupaten Sikka, dengan fokus menjangkau kawasan yang sempat terisolasi. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur, termasuk DPR RI, untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Konteks gempa dan perkembangan data korban
Gempa bermagnitudo 7,7 yang menjadi konteks pelaksanaan upacara HUT RI di Ruteng terjadi pada pertengahan Agustus 2026 dan mengguncang wilayah Flores serta sejumlah kabupaten di NTT. Sejumlah laporan menyebut Manggarai Barat, Manggarai, Sikka, dan Nagekeo sebagai daerah dengan kerusakan cukup berat.
Data korban dan dampak bencana terus diperbarui setelah 17 Agustus. BNPB melaporkan jumlah korban meninggal bertambah menjadi 75 jiwa per 20 Agustus 2026 dan 87 jiwa per 22 Agustus 2026. Laporan berikutnya menyebut 111 orang meninggal dan lebih dari 188 ribu warga masih mengungsi hingga 30 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma mengirim ratusan ton bantuan ke Labuan Bajo dan Maumere melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat TNI AU dan kapal laut, untuk memperkuat penanganan darurat dan pemulihan awal di wilayah terdampak.
Sumber
Berita berikutnya

Menhan Sjafrie Kawal 20 Ton Bantuan Gempa NTT via Labuan Bajo
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertolak ke Labuan Bajo usai Upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Baca juga




