Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

SAR Temukan Jenazah Pelatih Valencia Korban KM Putri Sakinah

Tim SAR gabungan menemukan jenazah pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, pada hari ke-10 pencarian korban kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah warga negara Spanyol pada hari ke-10 pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Minggu, 4 Januari 2026. Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal yang sudah ditemukan menjadi dua orang, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang menurut keterangan Basarnas dan kepolisian.

Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku koordinator misi pencarian dan pertolongan, Fathur Rahman, menjelaskan jenazah ditemukan saat tim menyisir area sekitar lokasi kecelakaan di perairan Pulau Padar dengan kapal dan peralatan pencarian permukaan. Menurut laporan media lokal yang mengutip pernyataannya di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, korban ditemukan sekitar pukul 08.47 Wita pada jarak lebih dari satu mil laut dari lokasi kapal tenggelam.

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Komisaris Besar Polisi Henry Novika Chandra menyatakan proses identifikasi di RSUD Komodo Labuan Bajo memastikan jenazah tersebut adalah Fernando Martin Carreras, warga negara Spanyol yang menjadi pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF. Menurut Henry, identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat dengan dukungan keterangan keluarga korban dan data medis.

Empat orang masih dicari

Kapal motor pinisi KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar malam hari. Kecelakaan terjadi saat kapal membawa rombongan wisatawan yang berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Menurut keterangan Basarnas yang dikutip sejumlah media, kapal mengangkut 11 orang. Rinciannya terdiri atas enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat kru kapal. Pada hari kejadian, tujuh orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Empat orang lainnya dinyatakan hilang dalam kecelakaan tersebut dan menjadi fokus operasi pencarian selama beberapa hari. Media nasional dan lokal yang mengikuti operasi SAR menyebut empat korban hilang itu meliputi Fernando Martin Carreras dan tiga anaknya yang turut berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Data sementara operasi pencarian yang dihimpun dari pernyataan Basarnas dan kepolisian:

  • Total orang di kapal: 11 orang.
  • Berhasil diselamatkan: 7 orang.
  • Korban meninggal yang telah ditemukan: 2 orang, termasuk seorang anak dan Fernando Martin Carreras.
  • Masih hilang: 4 orang.

Jenazah anak yang ditemukan terlebih dulu di perairan Taman Nasional Komodo telah diidentifikasi sebagai salah satu anak Fernando Martin Carreras. Dalam sejumlah pemberitaan, istri Fernando yang selamat dari kecelakaan menceritakan bahwa ia dan putrinya berhasil dievakuasi, sedangkan suami dan tiga anak lainnya tidak sempat diselamatkan.

Basarnas sebelumnya menyatakan operasi pencarian terhadap tiga warga negara Spanyol yang masih hilang diperpanjang beberapa hari hingga awal Januari 2026. Perpanjangan dilakukan setelah pencarian selama tujuh hari belum membuahkan hasil.

Konteks kecelakaan kapal wisata

Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi ketika kapal membawa wisatawan menikmati perjalanan di kawasan wisata bahari Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Keterangan resmi Basarnas dan laporan sejumlah media menyebut kapal mengalami mati mesin dan kemudian terbalik setelah dihantam gelombang di perairan Selat Pulau Padar.

Setelah kecelakaan, operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan unsur lain. Tim melakukan pencarian di permukaan laut, penyisiran pesisir pulau-pulau sekitar, serta pemantauan menggunakan kapal dan peralatan pendukung. Pada hari-hari berikutnya, bangkai kapal juga ditemukan terdampar di kawasan Pantai Pede, Pulau Komodo, dan di dalamnya ada satu jenazah yang kemudian diidentifikasi sebagai anak Fernando.

Sejumlah laporan menyebut keluarga korban dan pihak berwenang menyoroti kondisi kapal dan cuaca pada saat kejadian, termasuk keluhan bahwa kondisi kapal tidak sesuai dengan informasi yang diterima sebelum keberangkatan. Penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab kecelakaan dan aspek keselamatan pelayaran masih berjalan di tingkat kepolisian dan otoritas terkait.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.