17 Penumpang KM AIMAR Selamat Usai Tabrakan di Selat Padar
Dua kapal wisata, KM AIMAR dan KM Budi Utama, bersenggolan di Selat Padar, Taman Nasional Komodo. KSOP Labuan Bajo menyebut arus laut kencang sebagai pemicu, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat tanpa cedera.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Sebanyak 17 penumpang dan 9 awak KM AIMAR dilaporkan selamat setelah kapal wisata itu bersenggolan dengan KM Budi Utama di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Menurut keterangan Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, insiden terjadi pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 08.30 WITA, ketika KM AIMAR sedang berlayar menuju Long Beach dan memasuki Selat Padar Kecil.
Kronologi dan kondisi kapal
KSOP Labuan Bajo menjelaskan bahwa arus laut yang sangat kencang di Selat Padar diduga menjadi pemicu kecelakaan. Saat KM AIMAR memasuki selat, nakhoda melihat KM Budi Utama terbawa arus kuat ke arah kapal yang dikemudikannya.
Nakhoda KM AIMAR disebut telah mengurangi kecepatan dan berusaha mengundurkan kapal untuk menghindari benturan. Namun, kekuatan arus tidak dapat dilawan sehingga kedua kapal wisata pinisi tersebut bersenggolan di perairan Selat Padar.
Akibat kejadian, bagian haluan KM AIMAR mengalami kerusakan ringan. Ujung kayu di haluan kapal dilaporkan copot, sementara bagian depan kapal tetap stabil. KSOP menyatakan kerusakan bersifat minor dan tidak mengganggu stabilitas maupun operasional kapal sehingga kapal tetap dinilai layak berlayar.
Data KSOP mencatat KM AIMAR sebagai kapal penumpang wisata berbendera Indonesia dengan tonase 139 GT, mengangkut 17 penumpang dan 9 awak saat insiden terjadi. Tidak ada laporan pencemaran laut maupun kerugian materi besar dari peristiwa ini.
Tidak ada korban jiwa maupun luka
KSOP Labuan Bajo menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam tabrakan dua kapal wisata tersebut. Seluruh penumpang dan awak KM AIMAR dilaporkan dalam kondisi baik dan tetap berada di kapal setelah kejadian.
Dalam pernyataan resminya, Kepala KSOP menyebut insiden di Selat Padar sebagai tabrakan yang dipengaruhi arus kencang, dengan dampak terbatas pada kerusakan fisik kapal. Rekaman video kejadian kemudian beredar di media sosial dan diberitakan sejumlah media nasional.
Perbedaan waktu dalam pemberitaan
KSOP Labuan Bajo menyebut tabrakan dua kapal wisata di Selat Padar terjadi pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 08.30 WITA. Namun, salah satu laporan media lokal menulis insiden itu sebagai peristiwa pada Rabu, 16 September 2026, merujuk pada waktu konfirmasi kepada KSOP dan penyebutan kronologi di perairan Taman Nasional Komodo.
Merujuk keterangan langsung KSOP yang dikutip media, tanggal operasi pelayaran dan waktu kejadian di lapangan mengacu pada 15 September 2026 pagi, dengan pemeriksaan dan konfirmasi lanjutan dilakukan sehari sesudahnya.
KSOP Labuan Bajo menyatakan akan berkoordinasi dengan agen pelayaran untuk menindaklanjuti pemeriksaan kelayakan kapal dan kepatuhan prosedur keselamatan pelayaran di kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.
Sumber
Berita berikutnya

Pascagempa Flores, Pemulihan Pariwisata Dibaca lewat Akses, Atraksi, Amenitas
Gempa magnitudo 7,7 di kawasan Mbay–Nagekeo pada 15 Agustus 2026 memukul ekosistem pariwisata Flores. Kemenpar dan BPOLBF memulihkan sektor ini dengan…
Baca juga




