Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

KLM Tiana Tenggelam di Komodo, Dua Wisatawan Meninggal

Kapal wisata KLM Tiana Liveaboard tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada 28 Juni 2022.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Kapal wisata KLM Tiana Liveaboard tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa pagi, 28 Juni 2022. Dua wisatawan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lain mengalami luka dalam kecelakaan laut yang terjadi saat kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Lalu Wahyu Efendi, menjelaskan KLM Tiana berangkat dari Labuan Bajo menuju Pulau Padar sekitar pukul 05.30 WITA dan tenggelam ketika melintas di perairan Pulau Kambing dalam kawasan Taman Nasional Komodo karena dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk.

Menurut penjelasan Lalu Wahyu Efendi, kapal wisata tersebut mengangkut total 24 orang, terdiri dari 18 wisatawan dan 6 anak buah kapal. Enam belas penumpang dan seluruh awak kapal berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, sementara dua wisatawan ditemukan meninggal dunia.

Korban dan proses evakuasi

Dua korban meninggal adalah Jamiatun Widaningsih, 53 tahun, dan anaknya, Annisa Fitriani, 22 tahun. Keduanya merupakan wisatawan yang sedang berlibur menggunakan jasa pelayaran KLM Tiana Liveaboard di Labuan Bajo.

Jamiatun Widaningsih dan Annisa Fitriani ditemukan oleh tim SAR dalam proses pencarian di sekitar lokasi kapal tenggelam. Setelah dievakuasi, kedua jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut.

Media nasional yang mengutip keterangan resmi Basarnas dan pihak kepolisian menyebut para korban selamat dievakuasi ke Labuan Bajo setelah proses pencarian dan penyelamatan di perairan Pulau Kambing. Sebagian penumpang dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Rincian kejadian

Informasi dari otoritas pencarian dan pertolongan menyebutkan bahwa KLM Tiana Liveaboard tenggelam ketika berada dalam pelayaran dari Pelabuhan ASDP Labuan Bajo menuju perairan sekitar Pulau Padar. Titik tenggelam berada di wilayah perairan yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Laporan media menyatakan kapal tenggelam setelah diterpa gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Cuaca buruk pada saat kejadian disebut sebagai faktor utama kecelakaan, meski pemeriksaan lebih lanjut terhadap aspek keselamatan pelayaran dan kondisi kapal masih berlangsung dalam proses hukum.

Dalam pemberitaan lanjutan, kepolisian menyebut KLM Tiana Liveaboard kemudian berstatus barang bukti dalam perkara pidana terkait kecelakaan laut 28 Juni 2022. Kapal yang sama tercatat kembali mengalami insiden tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo pada Januari 2023, kali ini tanpa korban jiwa namun menyebabkan dua wisatawan luka.

Dampak terhadap keselamatan pelayaran wisata

Kecelakaan KLM Tiana Liveaboard pada 28 Juni 2022 menambah daftar insiden pelayaran wisata di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Kejadian ini memunculkan sorotan terhadap pengawasan keselamatan kapal wisata, termasuk kelayakan kapal, kepatuhan terhadap dokumen pelayaran, serta pengelolaan risiko cuaca buruk ketika mengangkut wisatawan.

Sejumlah laporan media menuliskan bahwa keluarga korban mendorong proses hukum terhadap pihak operator dan kru kapal. Otoritas kepolisian dan instansi terkait juga disebut melakukan pemeriksaan atas izin pelayaran dan status hukum kapal setelah kecelakaan tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.