Rekonstruksi Rumah Rusak Berat di Manggarai Barat Diperkirakan Mulai 2027
Pemerintah memperkirakan rekonstruksi rumah rusak berat akibat gempa di Manggarai Barat baru dimulai pada 2027, setelah identifikasi kerusakan, desain, dan perencanaan teknis diselesaikan.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah memperkirakan rekonstruksi rumah warga yang rusak berat akibat gempa di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, baru bisa dimulai pada 2027. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan identifikasi kerusakan dan menyiapkan perencanaan teknis sebelum pembangunan kembali berjalan.
Dalam laporan yang memuat pernyataan Diana pada 15 September 2026, penanganan pascagempa dibagi bertahap. Rumah yang rusak ringan sudah mulai diperbaiki, sedangkan kategori rusak sedang dan rusak berat memerlukan tahap perencanaan lebih dulu.
Diana juga menyebut bangunan yang rusak berat tidak bisa langsung dibangun kembali. Pemerintah perlu memastikan desain, struktur, dan standar keselamatan bangunan terpenuhi sebelum masuk tahap rekonstruksi.
Ia menambahkan Kementerian Pekerjaan Umum akan bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia untuk membantu identifikasi kerusakan rumah warga dan memberi pendampingan teknis. Langkah ini disiapkan agar warga yang ingin membangun kembali rumah secara mandiri tetap mengikuti ketentuan bangunan tahan gempa.
Sejumlah laporan media pada pertengahan September 2026 juga menyebut pemerintah daerah di Manggarai Barat sedang memverifikasi data kerusakan rumah pascagempa. Dalam pemberitaan itu, pemerintah daerah menyebut data sementara rumah rusak masih dalam proses penyaringan berdasarkan tingkat kerusakan.
Data utama
- Perkiraan awal rekonstruksi rumah rusak berat: 2027
- Wilayah terdampak: Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
- Fokus tahap awal: identifikasi kerusakan, desain, dan perencanaan teknis
- Pendampingan teknis: Kementerian Pekerjaan Umum dan Ikatan Arsitek Indonesia
Jadwal 2027 itu masih bergantung pada penyelesaian tahapan teknis di lapangan. Untuk rumah yang rusak berat, pemerintah belum masuk ke pembangunan fisik karena asesmen, desain, dan penyesuaian standar bangunan masih disiapkan.
Pada saat yang sama, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan telah lebih dulu mendapat penanganan. Pemerintah menempatkan pemulihan rumah rusak berat sebagai tahap lanjutan setelah proses verifikasi dan perencanaan tuntas.
Sumber
Berita berikutnya
Pemprov NTT Satukan Data Geospasial Dampak Gempa Flores
Pemprov NTT mengonsolidasikan satu basis data geospasial dampak gempa Flores sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabenca…
Baca juga


