Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Wisman ke NTT Capai 29.851 Kunjungan pada Juli 2026

BPS NTT mencatat 29.851 kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Timur pada Juli 2026, naik 18,67 persen dibandingkan Juli 2025 dan 2,40 persen dibandingkan Juni.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Nusa Tenggara Timur mencapai 29.851 kunjungan pada Juli 2026, menurut pemaparan Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale dalam konferensi pers di Kupang pada awal September 2026.

Data BPS NTT yang dikutip media regional menyebut angka itu naik 18,67 persen dibandingkan Juli 2025 dan 2,40 persen dibandingkan Juni 2026. Pada Juni 2026, jumlah kunjungan wisman ke NTT tercatat 29.152 kunjungan.

Pintu masuk dan negara asal wisman

Media lokal memberikan dua komposisi berbeda soal pintu masuk wisman ke NTT pada Juli 2026. Tiriloloknews, mengacu pada paparan BPS NTT, menulis bahwa sebagian besar wisman datang melalui jalur udara dengan kontribusi sekitar 80,94 persen, sedangkan pintu darat dan laut menyumbang sisanya. Sementara Halokupang melaporkan bahwa BPS NTT mencatat sekitar 80,96 persen wisman masuk melalui pintu darat, 18,84 persen melalui udara, dan 0,20 persen melalui laut.

Kepala BPS NTT Matamira B. Kale dalam pemberitaan Halokupang menjelaskan bahwa proporsi berdasarkan pintu masuk mencerminkan dominasi pelancong asal Timor Leste yang banyak menggunakan pos lintas batas. Dalam siaran pers BPS NTT untuk Juli 2025, lembaga itu menyebut PLBN Motaain, Motamasin, Wini, dan Napan sebagai pintu darat utama, sehingga lokasi tersebut menjadi rujukan untuk memahami pola pergerakan wisatawan perbatasan.

Terkait asal negara, Halokupang mencatat tiga negara asal wisman terbesar ke NTT pada Juli 2026 adalah Timor Leste, Malaysia, dan Tiongkok. Tiriloloknews menyebut Timor Leste, Malaysia, dan Jepang sebagai tiga negara asal utama. Kedua laporan merujuk paparan yang sama dari BPS NTT sehingga perbedaan negara ketiga belum dijelaskan lebih lanjut dalam sumber resmi.

Wisatawan nusantara dan indikator pariwisata

Selain arus wisman, BPS NTT melalui pemberitaan Halokupang mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di NTT pada Juli 2026. Dalam paparan Matamira B. Kale yang dikutip Halokupang, wisatawan nusantara terbanyak yang melakukan perjalanan di NTT berasal dari penduduk NTT sendiri, sekitar 89,22 persen dari total perjalanan selama Juli 2026. Angka itu menunjukkan dominasi pergerakan wisata lokal dalam menopang aktivitas pariwisata di provinsi tersebut.

Tiriloloknews menulis bahwa BPS NTT memaparkan perkembangan pariwisata NTT dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Kupang, pada Selasa, 1 September 2026. Dalam kesempatan itu, Matamira B. Kale menekankan bahwa kenaikan wisman pada Juli 2026 memperlihatkan konsistensi tren pemulihan pariwisata di NTT dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat hunian hotel dan posisi Manggarai Barat

Halokupang memberitakan bahwa tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di NTT pada Juli 2026 mencapai 54,55 persen, meningkat 7,54 persen dibandingkan Juni dan 7,06 persen dibandingkan Juli 2025, menurut data BPS NTT. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya tamu yang menginap seiring kenaikan kunjungan wisatawan.

Dalam laporan yang sama, Halokupang menyebut Kabupaten Manggarai Barat sebagai daerah dengan TPK hotel bintang tertinggi di NTT pada Juli 2026, yakni 77,09 persen. Posisi berikutnya ditempati Sumba Barat dengan 47,22 persen dan Sumba Timur dengan 47,17 persen, sedangkan Kota Kupang menjadi yang terendah dengan 41,15 persen. Data itu menunjukkan peran kuat kawasan Labuan Bajo sebagai salah satu simpul utama pariwisata di NTT.

Masih menurut Halokupang, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang di NTT pada Juli 2026 mencapai 79.578 orang. Rata-rata lama menginap tamu asing tercatat 1,85 malam, sementara tamu nusantara 1,59 malam. Kombinasi tingkat hunian dan lama menginap ini menjadi indikator tambahan perbaikan kinerja sektor akomodasi di NTT.

Data BPS NTT untuk Juli 2025 menunjukkan bahwa satu tahun sebelumnya jumlah wisman ke NTT mencapai 25.155 kunjungan, dengan mayoritas masuk melalui pintu darat dan didominasi pelancong asal Timor Leste. Kenaikan menjadi 29.851 kunjungan pada Juli 2026 beserta penguatan TPK hotel bintang di Manggarai Barat menempatkan Labuan Bajo dan sekitarnya sebagai salah satu penerima manfaat utama dari pemulihan pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.