Wisata Kesehatan Labuan Bajo: Peran RSUD Komodo dan Siloam Hospitals
Sejak akhir 2019, gagasan menjadikan Labuan Bajo sebagai tujuan wisata kesehatan mulai disuarakan di DPR.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Gagasan menjadikan Labuan Bajo sebagai tujuan wisata kesehatan mulai disuarakan di tingkat nasional sejak akhir 2019, dengan RSUD Komodo dan Siloam Hospitals Labuan Bajo diposisikan sebagai penopang layanan medis bagi wisatawan dan warga Manggarai Barat.
Menurut laporan Vox NTT, anggota DPR RI yang ketika itu menjabat Wakil Ketua Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut wisata kesehatan berpotensi besar dikembangkan di Labuan Bajo karena daerah ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Dalam kunjungan pada 22–23 Desember 2019, ia meninjau RSUD Komodo dan Siloam Hospitals Labuan Bajo untuk melihat kesiapan layanan kesehatan yang dapat mendukung pariwisata.
Vox NTT mengutip Melki Laka Lena yang menilai daya dukung di Labuan Bajo sudah ada dan perlu diatur serta didukung berbagai pihak agar terwujud sebagai tujuan wisata kesehatan. Ia menyebut contoh Penang di Malaysia sebagai model pengembangan daerah yang memadukan layanan kesehatan dan pariwisata. Pernyataan itu menempatkan Labuan Bajo pada tahap pengembangan, bukan sebagai destinasi yang telah memenuhi seluruh standar layanan kesehatan internasional.
Fasilitas medis yang disoroti
Salah satu fasilitas medis yang sejak awal dikaitkan dengan kebutuhan wisata selam ialah ruang terapi oksigen hiperbarik di Siloam Hospitals Labuan Bajo. Tempo melaporkan bahwa rumah sakit ini meresmikan fasilitas Hyperbaric Oxygen Chamber pada 13 Oktober 2018, yang disebut sebagai fasilitas pertama di Nusa Tenggara Timur dan ditujukan terutama untuk menangani penyakit dekompresi yang dialami penyelam laut dalam.
Dalam laporan Tempo, ahli terapi oksigen hiperbarik Guritno Suryokusumo menjelaskan bahwa terapi oksigen hiperbarik memberikan oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi lebih dari satu atmosfer, sehingga paru-paru dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen untuk membantu penanganan penyakit dekompresi. Bupati Manggarai Barat saat itu, Agustinus Ch. Dula, yang hadir pada peresmian fasilitas, berharap ruang hiperbarik dapat dimanfaatkan wisatawan, terutama penyelam, agar dapat memperoleh penanganan di Labuan Bajo tanpa harus dirujuk terlebih dahulu ke Bali.
Laporan Media Indonesia pada Januari 2021 menyebut Siloam Hospitals Labuan Bajo telah menyediakan layanan Hyperbaric Oxygen Chamber Therapy sebagai bagian dari pusat layanan kesehatan yang mendukung pariwisata. Menurut penjelasan pihak rumah sakit dalam laporan tersebut, terapi hiperbarik di Labuan Bajo digunakan untuk menangani dekompresi dan berbagai indikasi klinis lain, dan telah dimanfaatkan sedikitnya dua pasien pada 2019. Sejak pandemi Covid-19, layanan hiperbarik lebih difokuskan pada kasus emergensi.
RSUD Komodo dan agenda hospital tourism
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mendukung pengembangan RSUD Komodo sebagai rumah sakit destinasi pariwisata. Dalam rilis resmi pada Desember 2022, Kementerian Kesehatan menyatakan RSUD Komodo akan dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan berstandar internasional, meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap, unit kritikal seperti ICU, NICU, dan PICU, layanan gawat darurat, ruang operasi, serta layanan penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan apotek.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui portal resmi daerah menyebut RSUD Komodo memegang peran strategis dalam mewujudkan konsep hospital tourism di Labuan Bajo. Dalam pernyataan pada Desember 2025, pemerintah daerah menekankan pentingnya standar sumber daya manusia yang global, kualitas pelayanan, waktu respons, dan sistem pembiayaan yang jelas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
Pernyataan DPR pada 2019 dan kebijakan pemerintah pusat serta daerah pada 2022–2025 menunjukkan bahwa pengembangan wisata kesehatan di Labuan Bajo berproses melalui penguatan dua simpul layanan utama: RSUD Komodo sebagai rumah sakit destinasi pariwisata dan Siloam Hospitals Labuan Bajo sebagai penyedia layanan-layanan khusus termasuk terapi oksigen hiperbarik untuk kasus terkait aktivitas wisata bahari.
Standar layanan dan informasi bagi wisatawan
Berbagai sumber menempatkan fasilitas hiperbarik di Siloam Hospitals Labuan Bajo sebagai sarana penting untuk penanganan cedera penyelaman dan indikasi klinis lain, sekaligus bagian dari upaya menjamin keamanan wisata bahari di Labuan Bajo. Namun, sumber-sumber tersebut lebih banyak menyoroti keberadaan fasilitas dan manfaat umum terapi, bukan merinci kapasitas operasional harian, jumlah tenaga operator, ataupun protokol rujukan terperinci.
Di tengah promosi wisata kesehatan dan hospital tourism, kebutuhan utama bagi wisatawan ialah kepastian titik layanan darurat, jenis layanan yang tersedia, dan mekanisme rujukan saat kasus melampaui kapasitas lokal. Penguatan informasi publik mengenai jam operasional layanan gawat darurat, kemampuan menangani cedera penyelaman, ketersediaan dokter spesialis, serta jejaring rujukan menjadi bagian dari agenda pengembangan, agar promosi wisata kesehatan sejalan dengan standar perlindungan pasien.
Sumber
Berita berikutnya
Pura Agung Giri Segara di Bukit Tondong Ras dan Pasraman Widya Saraswati
Pura Agung Giri Segara berdiri di puncak Bukit Tondong Ras, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Pura yang dibangun pada 2002 ini menjadi pusat kegiatan ibad…
Baca juga


