Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Seafood Kampung Ujung dan Ragam Kuliner Khas Labuan Bajo

Kampung Ujung dikenal sebagai pusat kuliner malam seafood di tepi laut Labuan Bajo, dengan deretan warung yang menyajikan ikan dan olahan laut segar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 5 menit baca

Labuan BajoKampung Ujung dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam berbasis seafood di Labuan Bajo, dengan deretan warung yang menyajikan ikan, udang, cumi, kepiting, dan lobster segar di tepi laut. Kawasan ini melengkapi ragam kuliner khas Manggarai Barat seperti jagung bose, catemak, kolo, kompiang, hingga kopi Manggarai yang diperkenalkan berbagai panduan wisata kuliner.

Bagi wisatawan, makanan menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung ke Labuan Bajo, selain perjalanan ke Pulau Komodo, Padar, Rinca, dan destinasi bahari lain. Ragam hidangan laut dan pangan lokal memberi kesempatan untuk mengenal cita rasa setempat sekaligus kehidupan pesisir.

Seafood di Kampung Ujung

Sejumlah panduan perjalanan menyebut Kampung Ujung sebagai pusat kuliner malam yang menyajikan aneka seafood segar di Labuan Bajo. Menurut tulisan di Tribun Flores, kawasan ini berada di dekat laut dan buka dari sekitar pukul 17.00 Wita hingga dini hari, dengan deretan tenda dan warung kaki lima yang menawarkan ikan bakar dan olahan laut lain.

Floresku.com menggambarkan seafood wisata kuliner Kampung Ujung sebagai deretan lapak di sepanjang Kampung Ujung, dari Tempat Pelelangan Ikan hingga dermaga wisata. Wisatawan dapat memilih langsung berbagai jenis ikan kerapu, kakap merah, cumi, udang, dan kepiting yang diolah setelah dipesan.

Beberapa liputan kuliner lain menempatkan kawasan ini sebagai pusat seafood malam Labuan Bajo, dengan harga yang relatif bersahabat dibanding restoran di jalan utama. Kisaran harga ikan atau cumi bakar lengkap dengan nasi dan sambal disebut berada pada rentang puluhan ribu rupiah per porsi, tergantung jenis dan ukuran ikan.

Artikel perjalanan menekankan pengalaman makan di ruang terbuka dengan pemandangan pelabuhan, deretan lampu malam, dan aktivitas wisata di tepi laut. Wisatawan memilih bahan mentah di meja display, kemudian meminta cara masak, seperti dibakar, ditumis, atau dimasak dengan saus khas Flores.

Bahan baku dan nelayan lokal

Sejumlah tulisan menyebut keterkaitan antara Kampung Ujung dan aktivitas nelayan lokal. Menurut ulasan wisata kuliner, ikan dan seafood yang dijual di kawasan ini diambil dari laut Labuan Bajo dan sekitarnya, termasuk hasil tangkapan nelayan di sekitar Tempat Pelelangan Ikan.

Artikel lain menjelaskan bahwa kedekatan kawasan kuliner dengan dermaga dan pasar ikan tradisional memungkinkan penjual mendapatkan bahan baku segar pada hari yang sama. Tulisan tersebut menggambarkan Kampung Ujung sebagai kawasan yang bertransformasi dari pasar ikan siang hari menjadi pusat kuliner malam.

Meski begitu, belum ada publikasi resmi yang merinci secara kuantitatif porsi pasokan dari nelayan lokal, mekanisme pembelian, atau standar keberlanjutan tangkapan di Kampung Ujung. Informasi mengenai pengelolaan stok ikan, musim tangkap, dan pembatasan terhadap spesies tertentu masih berupa gambaran umum dalam liputan perjalanan.

Jam operasional, harga, dan layanan

Sejumlah panduan kuliner menyebut Kampung Ujung sebagai pasar malam kuliner yang mulai hidup pada sore menjelang malam. Tribun Flores menuliskan bahwa kuliner Kampung Ujung dibuka dari sekitar pukul 17.00 Wita hingga pukul 04.00 Wita. Labirutour menyebut jam buka sekitar pukul 17.00 hingga tengah malam, dengan beberapa penjual yang berdagang hingga dini hari.

Labuan Bajo Today dan Labuanbajosuper.com menggambarkan puluhan kios dan warung di sepanjang pesisir sebagai pusat kuliner malam yang menawarkan ikan bakar, cumi, udang, kepiting, dan lobster dengan harga yang disebut bersahabat. Kisaran harga ikan bakar atau cumi bakar lengkap dengan nasi dan sambal berada di rentang sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per orang, bergantung jenis dan ukuran.

Bagi wisatawan, informasi harga dan ukuran porsi penting untuk memastikan keputusan makan yang jelas. Beberapa panduan perjalanan menyarankan pengunjung menanyakan harga dan cara masak sebelum memilih seafood di meja display, karena variasi jenis ikan dan ukuran memengaruhi biaya.

Ragam kuliner di luar seafood

Kuliner Labuan Bajo tidak hanya bertumpu pada seafood. Traveloka dan Foodnesia merangkum makanan khas seperti jagung bose, jagung catemak, kolo, roti kompiang, rumpu rampe, rebok, camilan jintan, serta kopi Flores dan kopi Manggarai.

Jagung bose digambarkan sebagai makanan berkuah pekat berbahan jagung putih yang ditumbuk kasar, dimasak bersama kacang merah dan santan, dan kerap menjadi pengganti nasi. Catemak menggunakan jagung kuning yang dimasak dengan labu lilin dan kacang hijau, dengan rasa asin dan cocok disantap bersama ikan kuah asam.

Kolo disebut sebagai nasi yang dimasak dalam bilah bambu, dapat disajikan bersama hasil laut. Roti kompiang atau kompyang digambarkan sebagai roti oval dengan taburan wijen, yang menjadi salah satu jajanan khas Labuan Bajo.

Berbagai tulisan juga menempatkan kopi Flores dan kopi Manggarai sebagai bagian dari pengalaman kuliner. Kopi dari dataran tinggi Manggarai dikenal memiliki aroma yang kuat dan menjadi pilihan minuman maupun oleh-oleh bagi wisatawan.

Keragaman menu ini memberi peluang bagi pelaku usaha di Labuan Bajo untuk menyusun pilihan hidangan yang tidak hanya berbasis seafood, tetapi juga pangan darat dan minuman lokal. Bagi wisatawan, kombinasi seafood Kampung Ujung dan makanan khas Manggarai Barat dapat memperkaya pengalaman kuliner selama tinggal di kota pelabuhan ini.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.