Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Kemendikdasmen: Manggarai Barat Punya 81 SMP, Komodo Terbanyak

Data Referensi Kemendikdasmen mencatat 81 SMP di Kabupaten Manggarai Barat yang tersebar di 12 kecamatan. Komodo memiliki 13 sekolah, terbanyak di antara kecamatan lain.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Boats off the coast of Labuan Bajo.
Foto arsip: Boats off the coast of Labuan Bajo. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Data Referensi Kemendikdasmen mencatat Kabupaten Manggarai Barat memiliki 81 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan Komodo menempati urutan teratas dengan 13 SMP, sedangkan Mbeliling tercatat memiliki lima SMP.

Dalam tabel yang ditampilkan laman itu, penyaringan berada pada jenjang SMP, jalur formal, seluruh bentuk, dan seluruh status. Rincian tersebut menunjukkan sebaran sekolah per kecamatan, tanpa memisahkan jumlah sekolah negeri dan swasta.

Sebaran SMP di Manggarai Barat

Komodo menjadi kecamatan dengan jumlah SMP terbanyak. Di bawahnya ada Lembor dan Welak, masing-masing delapan sekolah.

Sano Nggoang, Boleng, Ndoso, dan Pacar masing-masing tercatat memiliki tujuh SMP. Lembor Selatan memiliki enam SMP, sedangkan Macang Pacar, Mbeliling, dan beberapa kecamatan lain berada di bawah angka itu.

  • Komodo: 13 SMP
  • Lembor: 8 SMP
  • Welak: 8 SMP
  • Sano Nggoang: 7 SMP
  • Boleng: 7 SMP
  • Ndoso: 7 SMP
  • Pacar: 7 SMP
  • Lembor Selatan: 6 SMP
  • Macang Pacar: 5 SMP
  • Mbeliling: 5 SMP
  • Kuwus: 4 SMP
  • Kuwus Barat: 4 SMP

Jika seluruh angka pada tabel dijumlahkan, totalnya 81 SMP. Angka itu sesuai dengan jumlah yang dicantumkan pada halaman data Kemendikdasmen untuk Kabupaten Manggarai Barat.

Arti data sebaran sekolah

Perbedaan jumlah sekolah antarkecamatan dapat menjadi petunjuk awal untuk membaca sebaran layanan pendidikan. Namun, jumlah satuan pendidikan saja belum menggambarkan daya jangkau layanan secara utuh.

Untuk menilai akses pendidikan dengan lebih lengkap, diperlukan data penduduk usia sekolah, jumlah murid, kapasitas ruang kelas, kondisi bangunan, dan jarak tempuh ke sekolah. Unsur-unsur itu tidak tercantum dalam tabel sebaran SMP yang ditampilkan Kemendikdasmen.

Data yang digunakan juga tidak memisahkan sekolah negeri dan swasta. Karena itu, rincian kepemilikan sekolah belum dapat dibaca dari tabel sebaran kecamatan tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.