Pesta Sambut Baru di Wae Ri'i Manggarai Berujung Maut, Satu Pemuda Tewas
Pesta ucapan syukur penerimaan Komuni Suci Pertama atau sambut baru di Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, berujung perkelahian antar kelompok warga. Satu pemuda tewas, empat sepeda motor dibakar, dan satu rumah dirusak.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kecamatan Wae Ri'i — Pesta ucapan syukur penerimaan Komuni Suci Pertama atau sambut baru di Kecamatan Wae Ri'i berujung perkelahian antar kelompok warga. Satu pemuda meninggal dan empat sepeda motor serta satu rumah warga dirusak dalam insiden yang terjadi di Kampung Wohe, Desa Bangka Jong.
Menurut laporan media lokal yang merujuk keterangan Polres Manggarai, peristiwa berawal dari rangkaian kegiatan penerimaan Komuni Suci Pertama di Gereja Paroki Timung pada Jumat, 18 September 2026 pagi. Setelah misa, warga menggelar pesta ucapan syukur pada malam hari di Kampung Wohe, Desa Bangka Jong.
Sekitar pukul 20.00 Wita, terjadi perkelahian di jalan raya tepat di depan kemah pesta milik seorang warga berinisial A.J di Kampung Wohe. Perkelahian melibatkan kelompok warga dari Kampung Timung, Desa Golo Cador, dengan kelompok warga dari Kampung Wohe, Desa Bangka Jong di Kecamatan Wae Ri'i.
Kepolisian menerima informasi awal bahwa sebagian warga yang terlibat perkelahian diduga berada dalam pengaruh minuman keras yang dikonsumsi saat pesta. Akibat kejadian tersebut, seorang pemuda bernama Benediktus Paang, 19 tahun, warga Kampung Timung, Desa Golo Cador, mengalami sakit di bagian kepala dan perut setelah terlibat dalam perkelahian.
Pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, keluarga membawa Benediktus ke Puskesmas Timung untuk mendapatkan pertolongan medis. Petugas medis menyatakan korban sudah meninggal sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Sesudah kabar meninggalnya Benediktus menyebar, situasi di Kampung Wohe memanas. Sekitar seratus orang warga mendatangi rumah seorang warga Kampung Wohe berinisial I.R., yang diduga berkaitan dengan penganiayaan terhadap korban. Massa merusak rumah tersebut dan membakar empat unit sepeda motor di lokasi itu.
Media lain yang mengonfirmasi peristiwa ini menyebut insiden terjadi usai pesta Komuni Suci Pertama di Wohe, Wae Ri'i, Manggarai, dan menewaskan Benediktus Paang. Kepolisian setempat disebut mengamankan dua kampung untuk mencegah bentrokan susulan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menyatakan penyesalan atas perkelahian antar kelompok warga Kampung Timung dan Kampung Wohe di Kecamatan Wae Ri'i yang menyebabkan Benediktus Paang meninggal. Ia menyebut insiden ini sebagai pukulan bagi upaya menjaga kerukunan sosial di Manggarai.
Fabianus menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten sebelumnya telah melarang pelaksanaan pesta yang mengundang kerumunan sejak 15 Agustus hingga 28 September 2026. Larangan itu dikeluarkan Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk potensi kekerasan dalam kegiatan sosial.
Wakil Bupati mengimbau masyarakat di Kecamatan Wae Ri'i dan wilayah lain di Manggarai untuk menaati kebijakan tersebut serta mengedepankan cara-cara damai dalam menyelesaikan persoalan antar warga. Pemerintah daerah juga mendorong tokoh adat dan tokoh agama untuk aktif memediasi dan meredakan ketegangan di akar rumput.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Hukum & Kriminal
Perkelahian Seusai Pesta Komuni di Wae Ri'i Tewaskan Pemuda, Empat Motor Dibakar
Perkelahian seusai pesta ucapan syukur Komuni Suci Pertama di Kecamatan Wae Ri'i, Manggarai, berujung pada kematian Benediktus Paang, 19 tahun, serta…
Terbaru di Flores Raya
Berita utama hari ini

Baca juga



