Kabar Labuan Bajo

Selasa, 22 September 2026

Festival Golo Curu 2026 di Ruteng Dijadwalkan 3-7 Oktober

Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari dijadwalkan berlangsung di Ruteng pada 3-7 Oktober 2026. Agenda KEN ini memadukan ziarah Katolik, budaya Manggarai, pameran UMKM, dan pertunjukan seni tradisional.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Pemandangan Ruteng, Flores.
Foto arsip: Pemandangan Ruteng, Flores. · Foto: Felix Dance / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan BajoFestival Golo Curu “Maria Ratu Rosari” dijadwalkan berlangsung di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 3-7 Oktober 2026. Laman resmi pariwisata Indonesia menyebut festival ini masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan berpusat di Bukit Ziarah Golo Curu.

Festival ini memadukan wisata religi Katolik dengan budaya Manggarai. Di laman resmi itu, rangkaian acara disebut mencakup prosesi ziarah, pameran UMKM, kuliner khas daerah, karnaval budaya, dan pertunjukan seni tradisional seperti tari Caci.

Keterangan serupa juga disampaikan RRI dalam laporan peluncuran festival pada 9 Juli 2026. RRI menulis rangkaian Festival Golo Curu akan diawali prosesi Patung Maria Ratu Rosario yang mengunjungi paroki-paroki di wilayah selatan Kevikepan Ruteng pada 16-30 September 2026, lalu puncaknya berlangsung pada 2-7 Oktober 2026.

Perbedaan waktu penyelenggaraan itu menunjukkan ada dua penulisan jadwal yang beredar: laman resmi pariwisata mencantumkan 3-7 Oktober 2026, sedangkan laporan peluncuran RRI menyebut puncak festival 2-7 Oktober 2026. Untuk penulisan berita ini, jadwal yang dipakai mengikuti laman resmi pariwisata karena menyebut tanggal festival secara langsung dan konsisten dengan halaman acara KEN 2026.

Indonesia Travel juga menuliskan tiket festival gratis. Namun, rincian jam pelaksanaan harian, mekanisme pendaftaran pengunjung, dan pembagian agenda per hari tidak dicantumkan dalam halaman acara tersebut.

Festival Golo Curu merupakan salah satu agenda wisata religi utama di Manggarai. Pemerintah dan panitia menempatkannya sebagai ruang perjumpaan antara iman, budaya, dan promosi ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.