Kabar Labuan Bajo

Rabu, 30 September 2026

Manggarai Barat Masih Mendata Penerima Hunian Sementara

Pemkab Manggarai Barat masih mendata keluarga terdampak yang beralih dari Dana Tunggu Hunian ke hunian sementara. SK penerima bantuan disusun berdasarkan data by name by address.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan papan kayu di area terbuka dengan latar bangunan industri dan tanah becek.
Ilustrasi: Tumpukan papan kayu di area terbuka dengan latar bangunan industri dan tanah becek. · Foto: Mark Stebnicki / Pexels

Manggarai Barat — Pemerintah daerah masih mendata keluarga terdampak gempa yang beralih dari Dana Tunggu Hunian (DTH) ke hunian sementara (huntara) serta menyusun Surat Keputusan (SK) penerima bantuan berdasarkan data by name by address. Informasi ini tercatat dalam pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 September 2026.

BNPB menyatakan pembangunan huntara bagi penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur dilakukan bertahap. Pembangunan itu ditujukan bagi warga terdampak di tujuh kabupaten, setelah pemerintah daerah menetapkan penerima manfaat.

Di Manggarai Barat, pendataan masih diperlukan karena sebagian keluarga yang sebelumnya memilih DTH kemudian memutuskan mendapatkan huntara. DTH merupakan pilihan untuk menyewa rumah selama masa transisi, sedangkan huntara menjadi pilihan lain sebelum hunian tetap tersedia.

Pendataan menentukan bantuan warga Manggarai Barat

Bagi warga di Labuan Bajo dan wilayah lain di Manggarai Barat, penetapan penerima menjadi dasar penting sebelum pembangunan huntara berjalan. Data berdasarkan nama dan alamat membantu pemerintah memastikan bantuan diarahkan kepada keluarga terdampak yang telah diverifikasi.

BNPB menyebut pembangunan huntara dilaksanakan secara bertahap sesuai jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Penentuan lokasi pembangunan juga dilakukan melalui sosialisasi dan musyawarah bersama masyarakat terdampak.

Pemutakhiran BNPB per 28 September 2026 mencatat pembangunan huntara masih berlangsung di sejumlah kabupaten terdampak. Di Kabupaten Manggarai, 110 unit masih dalam proses pembangunan, dengan 50 unit mencapai progres lebih dari 50 persen, 60 unit masih di bawah 50 persen, dan empat unit telah selesai.

Untuk Manggarai Barat, laporan yang tersedia berfokus pada penyelesaian pendataan keluarga yang berpindah pilihan dari DTH ke huntara dan penyusunan SK penerima. Pembangunan berikutnya menunggu penetapan penerima manfaat oleh pemerintah daerah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.