Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Mengapa Pemulihan Ekonomi Flores Tak Cukup Mengandalkan Wisata

Gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026 mengganggu usaha, distribusi barang, pariwisata, dan produksi pertanian di Flores. Pemulihan perlu memperkuat sektor lain.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji kopi dijemur di atas rak kayu terbuka beralaskan jaring di area perkebunan.
Ilustrasi: Biji kopi dijemur di atas rak kayu terbuka beralaskan jaring di area perkebunan. · Foto: Imanishimwe regis / Pexels

Flores — Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 mengganggu usaha warga, perjalanan wisatawan, distribusi barang, transportasi, dan produksi pertanian. Kondisi itu membuat pemulihan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan wisata.

Kerusakan fasilitas usaha menyebabkan banyak usaha warga tutup sementara atau berhenti berproduksi. Pada saat yang sama, wisatawan menunda perjalanan, sementara kerusakan infrastruktur menghambat transportasi dan distribusi barang. Aktivitas produksi pertanian, yang menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat Flores, juga terganggu.

Mengapa pemulihan Flores perlu melampaui wisata

Pariwisata penting bagi Flores, tetapi laporan RRI menggambarkan guncangan yang menjalar ke beberapa bagian ekonomi sekaligus. Gangguan produksi, distribusi, konsumsi, dan mobilitas masyarakat dapat menekan pendapatan warga serta mendorong kenaikan harga barang tertentu.

Analisis tersebut mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam peta kapasitas adaptif 2024. Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur berada dalam kelompok Low-Low. Data itu menjadi konteks penting ketika pemerintah daerah menyusun pemulihan yang tidak bertumpu pada satu sektor.

Langkah yang disebut dalam laporan meliputi rehabilitasi jalan dan jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, pasar, perdagangan, drainase, sanitasi, dan irigasi pertanian. Usaha mikro dan kecil juga memerlukan dukungan modal, pengadaan kembali sarana-prasarana, pendampingan, serta peningkatan kapasitas.

Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menyesuaikan anggaran untuk kebutuhan tanggap darurat sekaligus pemulihan pascabencana. Strategi itu diarahkan untuk memulihkan produksi dan memperkuat jaringan ekonomi lokal, sehingga pemulihan Flores mencakup usaha warga, pertanian, perdagangan, transportasi, dan wisata.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.