Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Sikka Akan Tata Ulang Penempatan Nakes di Puskesmas

Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan akan menata ulang penempatan tenaga kesehatan di puskesmas setelah Dinas Kesehatan menemukan kelebihan tenaga di enam puskesmas sekitar Maumere dan kekurangan di sembilan fasilitas di wilayah kepulauan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi.
Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi. · Foto: GaRiku / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Maumere — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menyatakan akan menata ulang penempatan tenaga kesehatan di puskesmas setelah muncul ketimpangan distribusi antara wilayah perkotaan dan wilayah kepulauan serta pedalaman. Pernyataan itu disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, pada 10 September 2026 di Maumere, sebagaimana diberitakan Florespedia.id.

Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, yang akrab disapa Femy Bapa, mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi penempatan tenaga kesehatan di puskesmas. Menurut dia, pertimbangan keluarga dan kemanusiaan dapat diperhatikan, tetapi penempatan tidak boleh menimbulkan kekosongan pelayanan di wilayah lain.

Enam puskesmas dinilai kelebihan tenaga

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat puskesmas yang kelebihan tenaga kesehatan dan puskesmas lain yang kekurangan tenaga. Dalam laporan yang dikutip Florespedia.id, enam puskesmas yang dinilai kelebihan tenaga berdasarkan rasio kebutuhan berada di sekitar Kota Maumere, yakni Puskesmas Wolomarang, Beru, Kopeta, Waipare, Nelle, dan Nita.

Sebaliknya, sembilan puskesmas di wilayah kepulauan dan pedalaman dinyatakan kekurangan tenaga kesehatan. Puskesmas tersebut adalah Kojagete, Tuanggeo, Palue, Teluk, Tanarawa, Mapitara, Habibola, Feondari, dan Lekebai.

Menurut keterangan Dinas Kesehatan yang dimuat Florespedia.id, Puskesmas Kojagete masih membutuhkan tambahan tenaga farmasi untuk memperkuat pelayanan. Pemerintah daerah menyebut tidak boleh terjadi penumpukan tenaga kesehatan di satu wilayah ketika puskesmas lain kekurangan tenaga, sehingga penataan akan dilakukan secara menyeluruh.

Surat tugas dan penempatan tenaga kesehatan

Salah satu persoalan yang disoroti adalah praktik tenaga kesehatan yang berpindah dari lokasi penempatan awal ke puskesmas di sekitar Maumere dengan memakai surat tugas. Dalam pemberitaan Florespedia.id, anggota DPRD Sikka Higinus Claudius Daga mencontohkan adanya tenaga kesehatan yang ditempatkan di Puskesmas Kojagete, tetapi kemudian bertugas di Puskesmas Wolomarang berdasarkan surat tugas.

Femy Bapa menjelaskan bahwa surat tugas dapat digunakan dalam kondisi tertentu untuk menugaskan tenaga kesehatan ke lokasi lain, tetapi bersifat sementara. Penempatan permanen harus ditetapkan melalui surat keputusan. Ia menegaskan tenaga kesehatan tetap harus kembali ke lokasi penempatan awal apabila masih dibutuhkan di sana.

Pemerintah daerah menyatakan penataan ulang penempatan tenaga kesehatan tidak hanya dilakukan untuk menyelesaikan satu kasus, melainkan menyeluruh untuk seluruh puskesmas, terutama di wilayah kepulauan dan pedalaman.

Puskesmas Kojagete melayani wilayah kepulauan

Florespedia.id memberitakan bahwa Puskesmas Kojagete mulai memberikan pelayanan kesehatan pada 2024 dan melayani warga Desa Kojagete, Kojadoi, dan Parumaan. Sebelum puskesmas ini beroperasi, warga harus menuju Puskesmas Teluk dengan perjalanan laut yang memakan waktu sekitar dua jam.

Warga Dusun Kojabesar, Desa Kojadoi, bernama Sabihi, menuturkan biaya transportasi laut pulang-pergi untuk berobat ke Puskesmas Teluk dapat mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. Kondisi geografis tersebut membuat keberadaan tenaga kesehatan di lokasi penempatan menjadi penting bagi masyarakat kepulauan, sehingga rencana penataan ulang penempatan nakes di puskesmas dinilai krusial bagi akses layanan kesehatan di Kabupaten Sikka.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.