Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BNPB Catat 1.496 Fasilitas Terdampak Gempa NTT

Data BNPB yang dirangkum Databoks menunjukkan 1.378 fasilitas pendidikan dan 118 fasilitas kesehatan terdampak gempa NTT per 27 Agustus 2026. Manggarai Barat tercatat memiliki 77 fasilitas pendidikan dan 19 fasilitas kesehatan terdampak.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Sebanyak 1.496 fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dihimpun per 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

Data itu dirangkum dalam publikasi Databoks yang mengutip pemutakhiran BNPB untuk tujuh kabupaten terdampak utama di Flores bagian barat dan sekitarnya.

Menurut Databoks, total fasilitas terdampak terdiri atas 1.378 fasilitas pendidikan dan 118 fasilitas layanan kesehatan di tujuh kabupaten tersebut.

Kabupaten Manggarai Barat tercatat memiliki 77 fasilitas pendidikan dan 19 fasilitas layanan kesehatan terdampak, dengan total 96 fasilitas.

Rincian per kabupaten

Masih menurut pemetaan Databoks yang bersumber dari BNPB, rincian fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan terdampak gempa NTT per 27 Agustus 2026 adalah sebagai berikut.

  • Manggarai: 328 fasilitas pendidikan, 20 fasilitas kesehatan, total 348 fasilitas.
  • Manggarai Timur: 295 fasilitas pendidikan, 26 fasilitas kesehatan, total 321 fasilitas.
  • Nagekeo: 238 fasilitas pendidikan, 9 fasilitas kesehatan, total 247 fasilitas.
  • Ende: 175 fasilitas pendidikan, 19 fasilitas kesehatan, total 194 fasilitas.
  • Ngada: 151 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, total 169 fasilitas.
  • Sikka: 114 fasilitas pendidikan, 7 fasilitas kesehatan, total 121 fasilitas.
  • Manggarai Barat: 77 fasilitas pendidikan, 19 fasilitas kesehatan, total 96 fasilitas.

Dengan rincian tersebut, total fasilitas pendidikan terdampak di tujuh kabupaten mencapai 1.378 unit, sedangkan fasilitas layanan kesehatan terdampak berjumlah 118 unit, sehingga keseluruhan fasilitas terdampak mencapai 1.496 unit.

Dari sisi pendidikan, jumlah fasilitas terdampak paling banyak terdapat di Kabupaten Manggarai dengan 328 unit.

Untuk layanan kesehatan, jumlah tertinggi tercatat di Kabupaten Manggarai Timur dengan 26 fasilitas.

Manggarai Barat berada di urutan terakhir dalam jumlah fasilitas pendidikan terdampak di antara tujuh kabupaten tersebut, tetapi jumlah fasilitas kesehatan terdampaknya hanya sedikit di bawah Manggarai.

Kategori terdampak dan kerusakan

Data yang disajikan Databoks mencatat fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dikategorikan “terdampak” gempa berdasarkan laporan BNPB, tanpa memerinci dalam grafik wilayah apakah setiap fasilitas mengalami kerusakan berat, kerusakan ringan, atau gangguan operasional.

Namun, publikasi lain Databoks yang juga merujuk BNPB menyebut ada 157 fasilitas kesehatan rusak dan sekitar 5.521 ruang kelas sekolah rusak sampai 27 Agustus 2026, dengan pembagian kategori rusak berat, sedang, dan ringan.

Dalam laporan terpisah, BNPB melalui siaran pers resmi pada 15 Agustus 2026 memaparkan bahwa pada hari kejadian gempa telah tercatat kerusakan pada lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan di Kabupaten Manggarai, selain puluhan rumah warga dan fasilitas publik lain.

Pemutakhiran data yang disampaikan BNPB melalui keterangan tertulis pada 20 Agustus 2026 juga mencatat ratusan fasilitas pendidikan dan kesehatan terdampak seiring pendataan lapangan yang terus berjalan.

Posisi Manggarai Barat dalam sebaran dampak

Dalam konfigurasi tujuh kabupaten, Manggarai Barat bukan wilayah dengan jumlah fasilitas pendidikan terdampak paling besar, tetapi tetap menunjukkan dampak signifikan pada layanan dasar.

Jumlah 77 fasilitas pendidikan dan 19 fasilitas kesehatan yang tercatat di Manggarai Barat menggambarkan perlunya pemulihan infrastruktur pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah tersebut, sejalan dengan prioritas BNPB untuk memulihkan fasilitas publik di daerah terdampak gempa NTT.

BNPB menyatakan pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu fokus, agar kegiatan belajar mengajar dan layanan kesehatan dasar dapat kembali berjalan di wilayah terdampak.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.