192 Anak Dirawat Pascagempa di Manggarai Barat
Posko Kesehatan Manggarai Barat mencatat 192 pasien anak pada 15–21 Agustus 2026 pascagempa Flores. ISPA menjadi diagnosis terbanyak dengan 96 kasus, sementara total ada 41 jenis penyakit yang didiagnosis pada anak.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Posko Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat 192 anak mendapat perawatan pascagempa Flores pada 15–21 Agustus 2026. Dari jumlah itu, 96 anak didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), atau sekitar 50 persen dari seluruh pasien anak menurut laporan Dinas Kesehatan Manggarai Barat yang dikutip IDN Times.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia Asmoni, pada Senin, 24 Agustus 2026. Menurut IDN Times, pemerintah daerah menggunakan data Posko Kesehatan untuk memetakan kebutuhan layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Angka 192 merupakan jumlah pasien anak yang tercatat dalam cakupan Posko Kesehatan Manggarai Barat pada periode tersebut. Data ini menggambarkan kebutuhan layanan kesehatan yang muncul di posko, bukan keseluruhan anak terdampak gempa di wilayah itu.
Kelompok usia dan diagnosis pasien
Dalam laporan yang sama, kelompok usia 6–15 tahun menjadi bagian terbesar dari pasien anak, yakni 82 anak atau sekitar 42,7 persen. Kelompok usia 1–5 tahun tercatat 76 anak, usia 1–11 bulan sebanyak 27 anak, dan bayi berusia kurang dari satu bulan sebanyak 7 anak.
Selain 96 kasus ISPA, tenaga kesehatan mencatat 23 kasus cedera pada anak. Diagnosis lain yang masuk dalam 10 penyakit terbanyak ialah common cold sebanyak 11 kasus, dispepsia dan malaise masing-masing lima kasus, serta diare dan myalgia masing-masing empat kasus.
Allergic rhinitis dan patah tulang atau fracture masing-masing tercatat tiga kasus. Secara keseluruhan terdapat 41 jenis penyakit yang didiagnosis pada pasien anak selama periode 15–21 Agustus 2026 menurut data Posko Kesehatan Manggarai Barat.
Dinas Kesehatan Manggarai Barat menyebut ISPA sebagai diagnosis yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian pascabencana. Pernyataan serupa muncul dalam laporan situasi kesehatan pascagempa di Manggarai Barat yang menempatkan ISPA sebagai penyakit dominan di wilayah terdampak.
Layanan kesehatan luar gedung
Laporan IHCP Indonesia mengenai situasi gempa dan tsunami di Flores pada Agustus 2026 mencatat bahwa RSUD Manggarai mengalami kerusakan yang memengaruhi pelayanan dan administrasi, sehingga pasien sementara dilayani di halaman rumah sakit. Situasi ini sejalan dengan instruksi Dinas Kesehatan agar layanan kesehatan dilakukan di luar gedung untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa susulan atau ada kerusakan bangunan fasilitas kesehatan.
Dalam berbagai fasilitas kesehatan di Manggarai Barat, pelayanan dilakukan melalui posko kesehatan, puskesmas, dan mobile clinic yang digelar Dinas Kesehatan bersama tim relawan. Petugas memantau dan mendata korban, memberikan penanganan medis darurat bagi warga yang terluka, serta memeriksa kondisi bangunan fasilitas kesehatan.
Menurut laporan lain yang memuat data Dinas Kesehatan Manggarai Barat, ISPA juga menjadi salah satu diagnosis terbanyak pada seluruh kelompok usia pascagempa, di samping hipertensi, low back pain, myalgia, dan dispepsia. Hal ini menunjukkan beban layanan kesehatan yang tinggi di posko dan fasilitas kesehatan di Manggarai Barat.
Data utama pasien anak
- Total pasien anak: 192 anak
- Periode pencatatan: 15–21 Agustus 2026
- ISPA: 96 kasus atau sekitar 50 persen
- Cedera: 23 kasus
- Jenis penyakit yang tercatat: 41 diagnosis
Konteks gempa Flores
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memicu status tanggap darurat di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai Barat. Laporan Kementerian Kesehatan dan organisasi kemanusiaan mencatat ribuan kasus ISPA di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores.
Dalam konteks itu, data 192 pasien anak yang dirawat di Posko Kesehatan Manggarai Barat pada 15–21 Agustus 2026 memberi gambaran awal mengenai kebutuhan layanan kesehatan anak pascagempa di wilayah tersebut. Data ini menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dan jejaring kesehatan untuk merancang intervensi layanan selama masa tanggap darurat.
Sumber
Berita berikutnya

BMKG Catat Cuaca Cerah Berawan di Bandara Komodo
BMKG menyajikan data cuaca observasi dan prakiraan hingga 12 jam ke depan untuk Bandara Komodo, Labuan Bajo.
Baca juga



