Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pascagempa Flores, SMPN 8 Komodo Belajar di Bawah Tenda

Siswa SMP Negeri 8 Komodo di Labuan Bajo kembali belajar tatap muka sejak 2 September 2026, namun sementara dipindahkan ke ruang terbuka dan tenda pascakerusakan bangunan akibat gempa 15 Agustus 2026 serta untuk mengantisipasi gempa…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Labuan Bajo — Siswa SMP Negeri 8 Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih mengikuti pembelajaran di luar ruang kelas hampir tiga pekan setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

Kegiatan belajar tatap muka kembali berlangsung sejak Rabu, 2 September 2026, namun sementara dipindahkan ke ruang terbuka dengan memanfaatkan tenda belajar di lingkungan sekolah, menurut laporan RRI dan Republika yang mengutip keterangan pihak sekolah dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala SMP Negeri 8 Komodo, Aloysia Moto, menjelaskan pembelajaran di luar kelas dilakukan untuk memberi rasa aman kepada siswa dan mengurangi kepanikan akibat gempa serta gempa susulan. Sejak gempa utama, sebagian bangunan sekolah mengalami keretakan sehingga ruang kelas yang terdampak tidak digunakan sampai ada kepastian keamanan.

Pembelajaran Darurat di Bawah Tenda

Menurut pemberitaan RRI, sebanyak 157 murid SMP Negeri 8 Komodo mulai mengikuti pembelajaran tatap muka di luar kelas sejak 2 September 2026. Untuk sementara, sekolah menggunakan tenda milik sekolah yang sebelumnya dipakai untuk kegiatan Pramuka dan tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Republika melaporkan PMI membangun tenda belajar sebagai ruang pembelajaran sementara di SMP Negeri 8 Komodo. Sekitar 140 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar mengikuti kegiatan belajar di ruang terbuka dengan memanfaatkan tenda tersebut. Perbedaan angka siswa dalam dua laporan itu tidak dijelaskan lebih lanjut.

Pihak sekolah menyatakan pembelajaran di ruang terbuka menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman siswa pascagempa dan mengantisipasi potensi gempa susulan. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang meminta satuan pendidikan menghentikan sementara pembelajaran di kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman atau tenda belajar.

Dampak Gempa terhadap Fasilitas Pendidikan

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7–7,8 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di Laut Flores berdampak pada fasilitas pendidikan di sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai Barat. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan ratusan sekolah di Pulau Flores mengalami kerusakan, dengan puluhan satuan pendidikan terdampak di Manggarai Barat.

Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, di Manggarai Barat terdapat ratusan ruang kelas yang rusak dengan tingkat kerusakan beragam, namun kegiatan belajar mengajar tetap dijalankan dengan sistem terbatas dan pemanfaatan ruang belajar darurat. Kepala dinas menjelaskan kepala sekolah didorong mengakses bantuan untuk menyediakan tempat belajar sementara, termasuk tenda atau kelas darurat berbahan material lokal.

Sejumlah sekolah dasar dan madrasah di Manggarai Barat juga dilaporkan menggelar pembelajaran di tenda dan bawah pohon karena gedung belum layak digunakan, seperti SD Negeri Jarak dan MTsN 2 Manggarai Barat. Langkah SMP Negeri 8 Komodo belajar di luar kelas berada dalam pola penanganan yang sama.

Langkah Pemulihan dan Kebutuhan Ke depan

PMI menyebut pembangunan tenda belajar di SMP Negeri 8 Komodo sebagai bagian dukungan pemulihan aktivitas pendidikan masyarakat terdampak gempa. Sementara BNPB menyalurkan tenda dan perlengkapan dasar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar darurat di sekolah tersebut.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan akan menyiapkan ruang kelas darurat bagi sekolah terdampak gempa di Flores dan mendorong percepatan pendataan kerusakan untuk kebutuhan rehabilitasi. Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT menegaskan pembelajaran tetap berjalan dengan penyesuaian jumlah siswa, kelas, dan jam pelajaran di sekolah yang mengalami kerusakan.

Hingga awal September 2026, laporan resmi yang tersedia belum merinci jadwal pasti perbaikan gedung SMP Negeri 8 Komodo maupun target waktu pengembalian kegiatan belajar ke dalam ruang kelas. Namun, arahan pemerintah dan dukungan lembaga kemanusiaan menunjukkan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu fokus penanganan pascagempa di Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.