Pariwisata Flores Berangsur Pulih, Sejumlah Destinasi Masih Ditutup
Aktivitas pariwisata di Flores berangsur pulih setelah gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026. Sejumlah destinasi dan desa wisata masih ditutup sementara untuk pemeriksaan dan verifikasi keselamatan sebelum kembali menerima wisatawan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Aktivitas pariwisata di Flores berangsur pulih setelah gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, tetapi sejumlah daya tarik wisata masih ditutup sementara untuk pemeriksaan keselamatan dan verifikasi kondisi.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melaporkan, hingga Minggu, 23 Agustus 2026, sebagian destinasi, akses transportasi, akomodasi, dan fasilitas pendukung pariwisata telah kembali beroperasi, sementara lainnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi pascagempa.
Dalam laporan BPOLBF yang dikutip sejumlah media, pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah dan Pos Pendamping Nasional (Pospenas) untuk mendata kerusakan pada fasilitas akomodasi, daya tarik wisata, dan sarana pendukung, terutama di wilayah yang masih terkendala listrik dan komunikasi.
Destinasi Masih Ditutup dan Desa Wisata
BPOLBF menyebut sebagian destinasi di Flores masih menerapkan penutupan sementara demi keselamatan wisatawan dan pelaku usaha. Penutupan ini berlaku sampai hasil pemeriksaan struktur, akses, dan fasilitas pendukung dinyatakan aman oleh pemangku kepentingan terkait.
Berdasarkan pemantauan hingga 26 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, BPOLBF mencatat 29 desa wisata telah kembali menerima kunjungan wisatawan, sedangkan 28 desa wisata lainnya masih ditutup sementara. Pemulihan kunjungan ke desa wisata dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan hasil verifikasi di lapangan.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa berangsur pulihnya aktivitas pariwisata tidak berarti seluruh destinasi berada dalam kondisi seragam. Ia menyampaikan bahwa sebagian desa wisata dan daya tarik wisata tetap menunggu hasil asesmen teknis sebelum dibuka kembali.
Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo
Di Kabupaten Manggarai Barat, aktivitas pariwisata secara umum telah kembali berjalan. Taman Nasional Komodo dilaporkan tetap terbuka dan kembali menerima wisatawan, dengan akses pelayaran dari Labuan Bajo menuju kawasan taman nasional beroperasi normal setelah sempat dilakukan penyesuaian pascagempa.
BPOLBF menyatakan sejumlah daya tarik wisata di Labuan Bajo telah beroperasi normal, termasuk Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo, dan Batu Cermin. Sejumlah desa wisata di Manggarai Barat seperti Compang Liang Ndara dan Wae Lolos juga tetap menerima kunjungan.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo melaporkan aktivitas bahari di Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman, dan kondusif setelah akses pelayaran dibuka kembali. Pada 16 Agustus 2026, tercatat ratusan kapal wisata beroperasi mengangkut ribuan penumpang ke berbagai destinasi di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.
Akses Transportasi dan Akomodasi
BPOLBF dan Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa pemulihan aksesibilitas menjadi salah satu faktor utama kebangkitan pariwisata Flores. Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo dilaporkan beroperasi sesuai jadwal, dengan penerbangan reguler kembali melayani wisatawan.
Media nasional mencatat sejumlah bandara lain di Flores juga kembali beroperasi pascagempa, mendukung pergerakan wisatawan dan logistik ke berbagai kabupaten di pulau tersebut. Di sektor perhotelan, pemantauan awal mencatat beberapa hotel mengalami kerusakan ringan dan berat, sementara sejumlah lainnya dinyatakan aman dan tetap melayani tamu dengan penyesuaian operasional.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
BPOLBF menekankan prinsip safe before open dalam pemulihan pariwisata Flores, dengan keselamatan wisatawan sebagai prioritas utama. Wisatawan diimbau untuk memeriksa status destinasi, memastikan kondisi akomodasi, serta mengikuti arahan pengelola sebelum melakukan perjalanan.
BPOLBF juga meminta wisatawan dan pelaku usaha memantau informasi cuaca, gelombang laut, aktivitas gempa, dan kebencanaan dari otoritas resmi, serta memanfaatkan layanan hotline dan WhatsApp PPID BPOLBF untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi destinasi dan akses transportasi.
Seiring pemulihan bertahap, BPOLBF dan pemerintah daerah mengajak pelaku pariwisata dan masyarakat untuk tetap mengutamakan kewaspadaan dan prosedur keselamatan, sambil mendukung percepatan pemulihan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan Flores bagian barat.
Sumber
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…
Baca juga


