Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPOLBF dan Pemerintah Perkuat Destinasi Alternatif Pascagempa Flores

BPOLBF dan pemerintah memperkuat destinasi wisata alternatif di Flores dan Labuan Bajo pascagempa 15 Agustus 2026, dengan fokus pada keselamatan wisatawan dan pengembangan kawasan di luar Pulau Komodo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong pemerintah daerah di Flores dan wilayah kewenangannya memperkuat destinasi wisata alternatif setelah sejumlah daya tarik wisata ditutup sementara pascagempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Melalui keterangan resmi di laman BPOLBF, lembaga ini menyebut sebagian destinasi, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung pariwisata telah kembali beroperasi, sementara beberapa destinasi di wilayah terdampak masih ditutup untuk asesmen keselamatan dan pemulihan.

BPOLBF menyatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo kembali berjalan normal, dengan destinasi seperti Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo, dan Batu Cermin sudah menerima kunjungan wisatawan.

Penutupan Sementara dan Keselamatan Wisatawan

Menurut laporan jaringan Tribun, pemulihan pariwisata Labuan Bajo ditandai dengan kembali beroperasinya pelayaran wisata dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo serta dibukanya kembali akses penyeberangan menuju Taman Nasional Komodo setelah penutupan sementara untuk penilaian keselamatan.

Laporan yang sama menyebut sejumlah destinasi masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan, antara lain Goa Rangko, Kawah Danau Kelimutu di Ende, serta beberapa destinasi di Manggarai seperti Wae Rebo dan Nuca Molas.

BPOLBF menegaskan keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas dan mengimbau wisatawan serta pelaku usaha mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG sebelum melakukan perjalanan ke destinasi terdampak.

Pengembangan Destinasi Alternatif

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata bersama pemerintah Kabupaten Manggarai Barat membahas penguatan destinasi di luar Pulau Komodo sebagai bagian dari pemulihan pariwisata Labuan Bajo pascagempa.

Dalam pertemuan di Labuan Bajo pada 28 Agustus 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan perlunya pengembangan sejumlah kawasan wisata baru di sekitar Labuan Bajo untuk memperluas pilihan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Menurut pemberitaan media nasional, kawasan yang dibahas untuk pengembangan antara lain Pulau Kelor, Pulau Kukusan, Pulau Kanawa, Gua Rangko, dan destinasi lain di sekitar Labuan Bajo.

Pengembangan destinasi di luar Pulau Komodo diarahkan untuk memperkuat daya tarik Labuan Bajo sekaligus menyebarkan pergerakan wisatawan ke wilayah lain di Manggarai Barat, sehingga tidak terpusat pada satu kawasan.

Lama Tinggal Wisatawan dan Target Penguatan Produk

Laporan Tribun menyebut pemerintah menargetkan pengembangan destinasi dan atraksi di luar Pulau Komodo dapat memperpanjang rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo, yang saat ini berada di kisaran 2,8 hari.

Dalam pemberitaan tersebut, pengembangan destinasi darat dan wisata di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo dipandang penting untuk mencapai target peningkatan lama tinggal hingga sekitar tujuh hari melalui penambahan aktivitas dan rute kunjungan.

Upaya ini berjalan paralel dengan pemulihan fasilitas pariwisata yang terdampak gempa serta peningkatan tata kelola keselamatan, termasuk penerapan standar keselamatan wisata bahari dan darat.

Wilayah Kerja BPOLBF dan Desa Wisata

BPOLBF dalam keterangannya menjelaskan pihaknya melakukan pendataan dampak gempa di wilayah Floratama dan memantau pembukaan kembali desa wisata di Flores bersama pemerintah daerah.

Hingga 23 Agustus 2026, BPOLBF mencatat 29 desa wisata di Flores telah membuka kembali kunjungan wisatawan, di antaranya desa wisata di Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Flores Timur.

BPOLBF menyediakan kanal informasi melalui WhatsApp untuk wisatawan dan pemangku kepentingan yang ingin mengetahui kondisi terbaru destinasi dan aktivitas pariwisata di wilayah kerja lembaga tersebut.

Pengembangan destinasi alternatif di Flores dan Manggarai Barat karena itu tidak hanya menyangkut promosi, tetapi juga kesiapan akses, tata kelola, keselamatan, dan kualitas layanan, yang dikerjakan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, BPOLBF, dan pemerintah daerah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.