BPOLBF dan Pemerintah Perkuat Destinasi Alternatif Pascagempa Flores
BPOLBF dan pemerintah memperkuat destinasi wisata alternatif di Flores dan Labuan Bajo pascagempa 15 Agustus 2026, dengan fokus pada keselamatan wisatawan dan pengembangan kawasan di luar Pulau Komodo.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong pemerintah daerah di Flores dan wilayah kewenangannya memperkuat destinasi wisata alternatif setelah sejumlah daya tarik wisata ditutup sementara pascagempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Melalui keterangan resmi di laman BPOLBF, lembaga ini menyebut sebagian destinasi, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung pariwisata telah kembali beroperasi, sementara beberapa destinasi di wilayah terdampak masih ditutup untuk asesmen keselamatan dan pemulihan.
BPOLBF menyatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo kembali berjalan normal, dengan destinasi seperti Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo, dan Batu Cermin sudah menerima kunjungan wisatawan.
Penutupan Sementara dan Keselamatan Wisatawan
Menurut laporan jaringan Tribun, pemulihan pariwisata Labuan Bajo ditandai dengan kembali beroperasinya pelayaran wisata dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo serta dibukanya kembali akses penyeberangan menuju Taman Nasional Komodo setelah penutupan sementara untuk penilaian keselamatan.
Laporan yang sama menyebut sejumlah destinasi masih ditutup sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan, antara lain Goa Rangko, Kawah Danau Kelimutu di Ende, serta beberapa destinasi di Manggarai seperti Wae Rebo dan Nuca Molas.
BPOLBF menegaskan keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas dan mengimbau wisatawan serta pelaku usaha mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG sebelum melakukan perjalanan ke destinasi terdampak.
Pengembangan Destinasi Alternatif
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata bersama pemerintah Kabupaten Manggarai Barat membahas penguatan destinasi di luar Pulau Komodo sebagai bagian dari pemulihan pariwisata Labuan Bajo pascagempa.
Dalam pertemuan di Labuan Bajo pada 28 Agustus 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan perlunya pengembangan sejumlah kawasan wisata baru di sekitar Labuan Bajo untuk memperluas pilihan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Menurut pemberitaan media nasional, kawasan yang dibahas untuk pengembangan antara lain Pulau Kelor, Pulau Kukusan, Pulau Kanawa, Gua Rangko, dan destinasi lain di sekitar Labuan Bajo.
Pengembangan destinasi di luar Pulau Komodo diarahkan untuk memperkuat daya tarik Labuan Bajo sekaligus menyebarkan pergerakan wisatawan ke wilayah lain di Manggarai Barat, sehingga tidak terpusat pada satu kawasan.
Lama Tinggal Wisatawan dan Target Penguatan Produk
Laporan Tribun menyebut pemerintah menargetkan pengembangan destinasi dan atraksi di luar Pulau Komodo dapat memperpanjang rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo, yang saat ini berada di kisaran 2,8 hari.
Dalam pemberitaan tersebut, pengembangan destinasi darat dan wisata di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo dipandang penting untuk mencapai target peningkatan lama tinggal hingga sekitar tujuh hari melalui penambahan aktivitas dan rute kunjungan.
Upaya ini berjalan paralel dengan pemulihan fasilitas pariwisata yang terdampak gempa serta peningkatan tata kelola keselamatan, termasuk penerapan standar keselamatan wisata bahari dan darat.
Wilayah Kerja BPOLBF dan Desa Wisata
BPOLBF dalam keterangannya menjelaskan pihaknya melakukan pendataan dampak gempa di wilayah Floratama dan memantau pembukaan kembali desa wisata di Flores bersama pemerintah daerah.
Hingga 23 Agustus 2026, BPOLBF mencatat 29 desa wisata di Flores telah membuka kembali kunjungan wisatawan, di antaranya desa wisata di Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Flores Timur.
BPOLBF menyediakan kanal informasi melalui WhatsApp untuk wisatawan dan pemangku kepentingan yang ingin mengetahui kondisi terbaru destinasi dan aktivitas pariwisata di wilayah kerja lembaga tersebut.
Pengembangan destinasi alternatif di Flores dan Manggarai Barat karena itu tidak hanya menyangkut promosi, tetapi juga kesiapan akses, tata kelola, keselamatan, dan kualitas layanan, yang dikerjakan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, BPOLBF, dan pemerintah daerah.
Sumber
- BPOLBF – Aktivitas Pariwisata Flores Berangsur Pulih Pascagempa, Keselamatan Wisatawan Tetap Jadi Prioritas
- Tribun Bali/Tribun Network – Labuan Bajo Mulai Bangkit Pascagempa Flores, 308 Kapal Wisata Kembali Berlayar
- Detik Bali – Kemenpar Siapkan Destinasi Baru di Labuan Bajo Usai Gempa Flores
- Flores Pos
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…

