Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Fokus Verifikasi Rumah Rusak Pascagempa

Pemkab Manggarai Barat menargetkan verifikasi kerusakan rumah terdampak gempa rampung pada awal September 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menargetkan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga terdampak gempa sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah menyebut seluruh rumah rusak akibat gempa akan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan pemerintah akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Menurut pemberitaan Investortrust pada 1 September 2026, pemerintah kabupaten bersama pemerintah pusat akan menggarap rekonstruksi rumah berdasarkan tingkat kerusakan yang diverifikasi secara faktual di lapangan.

Dalam pernyataan yang sama, Edistasius Endi menjelaskan bahwa tim telah dibentuk untuk melakukan verifikasi tingkat kerusakan rumah. Verifikasi lapangan dilakukan terhadap rumah yang dilaporkan rusak, lalu hasilnya menjadi dasar kebijakan penanganan, termasuk penentuan rumah yang harus lebih dulu diperbaiki.

Pendataan dan verifikasi kerusakan rumah

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menerjunkan tim ke desa dan kelurahan untuk memeriksa kondisi bangunan warga terdampak. Investortrust menyebutkan tim verifikasi faktual diterjunkan ke 164 desa dan lima kelurahan untuk mendata tingkat kerusakan setiap rumah yang dilaporkan rusak.

Edistasius Endi mengatakan verifikasi faktual terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa ditargetkan rampung pada awal September 2026. Setelah verifikasi selesai, pemerintah daerah merumuskan kebijakan rekonstruksi, termasuk menentukan rumah yang diprioritaskan.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang dikutip Investortrust, terdapat 10.757 rumah warga yang terdampak dengan kategori rusak ringan, sedang, dan berat. Data ini menjadi salah satu dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat kabupaten.

Skala kerusakan di Nusa Tenggara Timur

Di tingkat provinsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan luas pada perumahan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan BNPB yang dikutip sejumlah media, total 95.567 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.

Rincian kerusakan rumah tersebut adalah 46.161 unit rusak ringan, 21.992 unit rusak sedang, dan 27.414 unit rusak berat. Data ini menjadi rujukan awal pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun skema bantuan dan rehabilitasi infrastruktur permukiman.

BNPB juga melaporkan 188.161 orang masih mengungsi di Nusa Tenggara Timur per 30 Agustus 2026. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Selain itu, BNPB mencatat 111 orang meninggal, 1.631 orang luka-luka dengan 223 luka berat dan 1.408 luka ringan.

Tahapan penanganan dan fokus pemerintah daerah

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyusun penanganan pascagempa dalam beberapa tahap. Investortrust menulis pemerintah daerah membagi penanganan ke dalam tahap jangka pendek, menengah, dan panjang, dengan rekonstruksi rumah warga sebagai salah satu fokus utama setelah masa tanggap darurat.

Dalam jangka menengah, pendataan dan verifikasi kerusakan rumah menjadi prioritas sebelum dimulainya pekerjaan fisik rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah menyebut seluruh rumah yang rusak akibat gempa akan ditangani dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

BNPB pada saat yang sama memberi sejumlah arahan kepada pemerintah kabupaten di NTT terkait pemadanan data dan klasifikasi kerusakan rumah. Dalam publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat per 11 September 2026, hasil verifikasi menunjukkan 5.649 rumah masuk klasifikasi rusak ringan, sedang, dan berat, sementara 8.007 rumah dikategorikan Tidak Sesuai Klasifikasi karena tingkat kerusakan di bawah ambang skema bantuan pemerintah pusat. Data ini menjadi acuan teknis dalam menentukan bentuk intervensi pemerintah terhadap rumah terdampak.

Setelah penanganan hunian, pemerintah daerah menyatakan akan melanjutkan perbaikan fasilitas umum. Investortrust menyebut sasaran yang diutamakan meliputi sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, dan jaringan air bersih sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah dan panjang.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.