Dragon de Komodo: Arti, Habitat, Ukuran, dan Status Konservasinya
Dragon de Komodo berarti biawak komodo, satwa endemik Indonesia yang hidup di sekitar Flores dan kepulauan Komodo. Istilah asing ini tetap merujuk pada spesies yang dilindungi.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Dragon de Komodo adalah sebutan berbahasa Prancis untuk biawak komodo, atau Varanus komodoensis. Reptil ini hidup alami di sejumlah pulau Indonesia, termasuk Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami, sehingga dalam konteks Labuan Bajo istilah itu merujuk pada satwa liar yang menjadi inti konservasi dan wisata Taman Nasional Komodo.
Apa arti dragon de Komodo?
Dalam bahasa Prancis, dragon de Komodo berarti “naga Komodo”. Nama ilmiahnya adalah Varanus komodoensis, sedangkan istilah Indonesia yang lazim ialah biawak komodo. Britannica menjelaskan bahwa kata “dragon” bukan istilah zoologi, melainkan nama populer bagi biawak raksasa tersebut.
Di mana biawak komodo hidup?
Wilayah alaminya berada di kepulauan Indonesia bagian tengah. Daftar persebaran yang dihimpun Wikispecies mencakup Komodo, Rinca, Padar, Nusa Kode, Gili Motang, serta sejumlah wilayah di Flores.
Karena Labuan Bajo menjadi pintu masuk wisata menuju kawasan Komodo, pencarian istilah asing ini berkaitan langsung dengan destinasi dan satwa yang dikelola dalam bentang konservasi di sekitar Kabupaten Manggarai Barat.
Seberapa besar satwa ini?
Dragon de Komodo dikenal sebagai jenis kadal terbesar yang masih hidup. Wikiwand mencatat ukuran rata-rata sekitar 2,60 meter dan bobot sekitar 80 hingga 90 kilogram, sementara ukuran individu dewasa di alam umumnya berada antara 2 dan 3 meter.
Angka tersebut menggambarkan ukuran biologis yang dirujuk sumber, bukan ukuran setiap individu. Bobot dan panjang dapat berbeda menurut umur, jenis kelamin, kondisi tubuh, serta habitatnya.
Apakah dragon de Komodo terancam?
Ya. Sumber yang merangkum status konservasinya menyebut biawak komodo berstatus Endangered atau terancam punah dalam daftar merah IUCN sejak September 2021. Ancaman yang disebut antara lain kehilangan habitat, berkurangnya mangsa, kebakaran, aktivitas vulkanik, gempa, perburuan, dan tekanan pariwisata.
Status itu menempatkan perjumpaan wisatawan dengan satwa dalam kerangka konservasi, bukan sekadar tontonan. Perlindungan habitat dan pengelolaan kunjungan menjadi bagian dari upaya mempertahankan populasi di pulau-pulau yang menjadi persebaran alaminya.
Mengapa istilah ini penting bagi wisata Labuan Bajo?
Istilah dragon de Komodo menunjuk pada satwa yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata Komodo, tetapi nama asing tersebut tidak merujuk pada hewan mitologis atau spesies berbeda. Di Labuan Bajo, maknanya tetap biawak komodo yang hidup di alam Indonesia dan berstatus terancam.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
KRI Pulau Fani-731 Perkuat Pencarian KM Feronia di Labuan Bajo
KRI Pulau Fani-731 dan tujuh penyelam Koarmada II memperkuat pencarian korban KM Feronia di TN Komodo pada hari ketujuh. Operasi diperpanjang tiga har…
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo
Baca juga



