Mawatu Buka Kawasan Komersial Tahap Pertama di Labuan Bajo
Mawatu membuka tahap pertama kawasan komersial di Labuan Bajo pada 16 Oktober 2026. Lebih dari 500 warga Manggarai mendaftar, sementara hampir 50 brand mengisi kawasan tersebut.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Mawatu membuka tahap pertama kawasan komersial di Jalan Ketentang, RT 2/RW 2, Labuan Bajo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Soft opening ini menandai dimulainya operasional awal kawasan yang diarahkan menjadi pusat kota masa depan Labuan Bajo.
Kawasan tersebut diharapkan melengkapi fasilitas pariwisata sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam rekrutmen massal pada bulan sebelumnya, lebih dari 500 warga Manggarai mendaftarkan diri untuk bekerja di Mawatu.
Mawatu menghimpun hampir 50 brand dari sektor kuliner, oleh-oleh, dan usaha yang menempati area pertokoan atau shophouse. Pengelola juga menyebut keterlibatan pelaku usaha lokal, Jalan Tenun, serta identitas Flores sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
Manfaat Mawatu bergantung pada serapan warga dan UMKM lokal
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Kecamatan Komodo, ukuran manfaat kawasan ini bukan hanya jumlah tenant atau fasilitas yang tersedia. Dampak ekonominya akan terlihat dari seberapa banyak warga setempat benar-benar terserap sebagai tenaga kerja serta seberapa luas UMKM lokal mendapat ruang berusaha.
Fasilitas yang dirancang dalam kawasan terpadu itu mencakup area komersial, kuliner, pusat oleh-oleh, hotel, jetty, dan akses pantai. Pengembangan tahap berikutnya juga direncanakan berjalan bertahap. Pihak pengelola menargetkan pembangunan hotel pada 2027, termasuk tambahan 195 kamar jika rencana tersebut berjalan sesuai target.
Soft opening Mawatu berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kehadiran hampir 50 brand dan pendaftaran lebih dari 500 warga menunjukkan besarnya minat terhadap peluang ekonomi baru, tetapi keterlibatan usaha dan tenaga kerja lokal tetap menjadi penentu manfaatnya bagi masyarakat Manggarai Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Analisis

Baca juga



