Mengapa 500.008 Wisatawan Labuan Bajo Belum Cukup Jadi Ukuran Dampak?
Jumlah wisatawan Labuan Bajo pada 2025 mencapai 500.008 orang, tetapi PAD Manggarai Barat tercatat Rp2.330.510.000. Data ini menunjukkan mengapa ramai kunjungan tidak otomatis berarti manfaat daerah merata.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Pariwisata Labuan Bajo belum dapat dinilai hanya dari jumlah kunjungan. Data 2025 menunjukkan 500.008 wisatawan datang ke Labuan Bajo, tetapi penerimaan asli daerah Manggarai Barat dari kunjungan itu tercatat Rp2.330.510.000. Angka tersebut menjawab skala aktivitas, bukan otomatis pemerataan manfaat.
Berapa banyak wisatawan datang ke Labuan Bajo?
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 500.008 orang, menurut laporan Detik.com yang mengutip Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat pada 2026.
Komposisinya terdiri atas 341.955 wisatawan mancanegara dan 158.053 wisatawan nusantara. Kunjungan tertinggi terjadi pada Juli 2025, sebanyak 73.275 orang, sedangkan yang terendah terjadi pada Januari 2025, sebanyak 16.646 orang.
Berapa penerimaan daerah dari kunjungan itu?
Pendapatan Asli Daerah Manggarai Barat dari kunjungan wisatawan pada 2025 tercatat Rp2.330.510.000, menurut keterangan pemerintah daerah yang diberitakan Detik.com pada 2026. Target penerimaan yang disebut dalam laporan itu adalah Rp2,6 miliar.
Perbedaan antara jumlah wisatawan dan penerimaan daerah menunjukkan bahwa indikator kunjungan tidak sama dengan penerimaan publik. Jumlah 500.008 orang menghitung wisatawan, sedangkan PAD menghitung uang yang masuk ke kas daerah melalui sumber penerimaan yang dicatat pemerintah.
Apakah semua kunjungan masuk ke statistik yang sama?
Tidak. BPOLBF, mengutip pemaparan ahli statistik senior BPS RI, mencatat kunjungan wisatawan nusantara di Kabupaten Manggarai Barat pada Mei 2025 sebanyak 58.278 kunjungan. Angka bulanan ini memakai periode dan cakupan yang berbeda dari total kunjungan sepanjang 2025.
BPS Kabupaten Manggarai Barat menerbitkan statistik pariwisata dan transportasi berdasarkan periode tertentu, termasuk data aktivitas pengunjung, akomodasi, serta pergerakan transportasi. Karena itu, angka kunjungan perlu dibaca bersama definisi, wilayah, dan periode pencatatannya.
Indikator apa yang perlu dibaca selain jumlah wisatawan?
BPS menyediakan statistik mengenai kedatangan dan keberangkatan, wisatawan yang menginap, pengeluaran, tujuan kunjungan, industri pariwisata, infrastruktur, dan ketenagakerjaan. Data itu membantu membedakan ramainya arus wisatawan dari dampaknya terhadap usaha dan pekerja lokal.
BPS juga menerbitkan Statistik Perhotelan Kabupaten Manggarai Barat 2024 pada 9 Mei 2025. Publikasi tersebut menjadi rujukan untuk membaca sisi akomodasi, bukan menggantikan data kunjungan atau PAD.
Apa arti data ini bagi Manggarai Barat?
Data tersebut menunjukkan bahwa Labuan Bajo memiliki arus wisatawan besar, tetapi ukuran keberhasilan pariwisata harus mencakup lebih dari volume kedatangan. Penerimaan daerah dan statistik akomodasi memberi dua ukuran tambahan untuk menilai hubungan antara aktivitas wisata dan manfaat ekonomi di Manggarai Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Tempat wisata Labuan Bajo: yang paling dicari dan apa bedanya
Tempat wisata Labuan Bajo umumnya merujuk ke Taman Nasional Komodo dan spot sekitar kota, dari Pulau Komodo hingga Gua Batu Cermin. Berikut peta singk…
Terbaru di Analisis

Baca juga




