Komodo Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya
Komodo berkembang biak dengan bertelur, tetapi betina juga bisa menghasilkan keturunan tanpa jantan lewat partenogenesis. Di TN Komodo, perkembangbiakan normal terjadi saat musim kawin dan telur menetas setelah berbulan-bulan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Komodo berkembang biak dengan cara bertelur, dan betina juga dapat menghasilkan keturunan tanpa jantan melalui partenogenesis. Di Taman Nasional Komodo, perkembangbiakan normal tetap terjadi lewat perkawinan jantan dan betina pada musim kawin, lalu betina meletakkan telur di sarang tanah; menurut Mongabay, telur menetas setelah 7–8 bulan.
Bagaimana komodo kawin?
Menurut Mongabay, komodo di TNK berkembang biak melalui perkawinan jantan dan betina pada musim kawin. Jantan saling berebut betina, lalu pemenang dapat kawin.
Sesudah itu, betina bertelur di sarang dalam tanah. Sumber yang sama menyebut masa inkubasi telur 7–8 bulan.
Apa itu partenogenesis pada komodo?
Partenogenesis adalah perkembangbiakan aseksual ketika individu betina tidak membutuhkan pembuahan dari jantan. Mongabay menjelaskan bahwa pada komodo, telur yang dihasilkan betina tetap dapat menetas menjadi anakan.
Komodo Guide menerangkan mekanismenya sebagai fusi terminal: inti sel telur menyatu dengan badan polar kedua untuk memulihkan diploidi tanpa sperma. Dengan cara ini, komodo betina tetap dapat menghasilkan keturunan dalam kondisi tanpa pejantan.
Kapan komodo bertelur dan berapa lama telurnya menetas?
Mongabay menulis bahwa betina meletakkan telur di sarang dalam tanah dan inkubasinya berlangsung 7–8 bulan. Artikel lain yang membahas siklus hidup komodo menyebut betina biasanya meletakkan telur pada Agustus atau September dan menetas sekitar Februari hingga April, dengan masa pengeraman sekitar tujuh bulan.
Perbedaan kecil ini menunjukkan bahwa waktu bertelur dan menetas bisa dilaporkan berbeda antarsumber, tetapi keduanya sama-sama menegaskan bahwa komodo bertelur dan membutuhkan berbulan-bulan sebelum menetas.
Kenapa komodo bisa berkembang biak tanpa jantan?
National Geographic Grid Indonesia menyebut peneliti memverifikasi kemampuan partenogenesis komodo pada 2006. CNN Indonesia juga menuliskan bahwa komodo mampu bereproduksi seksual maupun partenogenetik.
Bagi pembaca di kawasan Labuan Bajo dan TN Komodo, fakta ini penting karena memperjelas bahwa komodo tidak hanya bergantung pada perkawinan biasa; dalam kondisi tertentu, betina tetap bisa melahirkan keturunan tanpa pejantan.
Apa yang perlu diingat soal komodo?
- Komodo adalah hewan ovipar, jadi berkembang biak dengan bertelur.
- Di TNK, komodo juga kawin secara seksual pada musim kawin.
- Partenogenesis membuat betina bisa menghasilkan keturunan tanpa jantan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Dampak Pariwisata Labuan Bajo Diukur dari Apa?
Dampak pariwisata Labuan Bajo perlu diukur melampaui jumlah kunjungan. Tiga indikator resmi—jumlah pengunjung, lama tinggal, dan pengeluaran—menjadi d…
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Berita utama hari ini

Baca juga





