Kabar Labuan Bajo

Rabu, 30 September 2026

Bagaimana Dapur Dite Labuan Bajo Bertahan dari Penjualan Kopi?

Ade Irma menyatakan Dapur Dite belum memproduksi sambal ikan cara sepanjang September hingga 28 September 2026. Usaha itu bertahan dengan produksi kopi sekitar lima kilogram setiap pekan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji kopi sangrai di dalam kantong kain putih dengan latar belakang hitam.
Ilustrasi: Biji kopi sangrai di dalam kantong kain putih dengan latar belakang hitam. · Foto: Jason Dilks / Pexels

Labuan Bajo — Ade Irma, pemilik UMKM Dapur Dite di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menyatakan pada Senin, 28 September 2026, belum memproduksi sambal ikan cara satu kali pun sepanjang September. Usaha yang memproduksi sambal ikan cara dan kopi Dite itu kini lebih banyak bertahan dari penjualan kopi setelah permintaan oleh-oleh menurun pascagempa Flores.

Menurut laporan Tribun Flores, produksi sambal ikan cara yang sebelumnya menjadi produk andalan Dapur Dite terhenti. Sebelum gempa, produksi dapat dilakukan hingga tiga kali dalam sepekan karena permintaan dari toko-toko oleh-oleh. Setelah gempa, kunjungan pelanggan dan permintaan turun sehingga produksi dikurangi.

Mengapa kondisi Dapur Dite penting bagi Labuan Bajo

Perubahan produksi di Dapur Dite menunjukkan dampak gempa tidak hanya terlihat pada kerusakan fisik. Perlambatan kunjungan dan pesanan juga langsung memengaruhi usaha kecil yang bergantung pada pembeli oleh-oleh di Labuan Bajo, termasuk pelaku usaha di Kabupaten Manggarai Barat.

Di tengah penjualan oleh-oleh yang lesu, kopi menjadi produk yang masih menjaga kegiatan usaha tetap berjalan. Irma menyatakan produksi kopi sekitar lima kilogram setiap pekan. Sepanjang September, produksi kopi telah dilakukan tiga kali.

Laporan lain dari Pos-Kupang.com menyebut pelaku UMKM di Labuan Bajo berupaya kembali mendapatkan pesanan dengan mengikuti berbagai acara setelah masa tanggap darurat berakhir. Laporan itu mencatat gempa Flores dan Manggarai Barat pada 15 Agustus 2026 turut memukul aktivitas ekonomi, sementara sebagian pelaku usaha sempat kehilangan pelanggan dan klien.

Bagi pembeli dan pengunjung, perkembangan ini berarti ketersediaan produk lokal seperti sambal ikan cara dapat berubah selama pemulihan. Dapur Dite masih menjalankan produksi kopi, tetapi laporan yang tersedia tidak menyebutkan kapan produksi sambal ikan cara akan dimulai kembali.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.