Manggarai Barat Siapkan Rp13 Miliar BTT dan Salurkan 51 Ton Beras
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengalokasikan Rp13 miliar dari BTT APBD 2026 untuk tanggap darurat gempa bumi dan menyalurkan 51 ton beras kepada warga terdampak, yang berjalan paralel dengan bantuan Presiden dan dukungan pangan dari…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengalokasikan anggaran Rp13 miliar dari pos bantuan tidak terduga (BTT) dalam APBD 2026 untuk penanganan tanggap darurat gempa bumi di wilayahnya. Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan hal itu di Labuan Bajo pada Jumat, 28 Agustus 2026, sebagaimana diberitakan media nasional.
Menurut Edistasius Endi, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan 51 ton beras kepada warga terdampak gempa di seluruh kecamatan di Manggarai Barat. Ia menyebut beras tersebut telah didistribusikan dan merupakan bagian dari dukungan daerah dalam masa tanggap darurat.
Anggaran untuk fase darurat
Edistasius Endi menjelaskan anggaran Rp13 miliar itu dialokasikan khusus untuk kebutuhan tanggap darurat bencana gempa bumi. Menurut dia, anggaran tersebut belum mencakup rekonstruksi rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur lain yang rusak akibat gempa.
Di luar dukungan APBD, Manggarai Barat juga tercatat sebagai salah satu penerima bantuan kemasyarakatan Presiden untuk penanggulangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bantuan Presiden tersebut disalurkan dalam bentuk tambahan BTT daerah dengan total Rp200 miliar untuk provinsi dan delapan kabupaten, masing-masing Rp20 miliar per kabupaten, termasuk Manggarai Barat.
Jika digabungkan, dukungan tanggap darurat yang disebutkan Edistasius Endi mencapai Rp33 miliar, terdiri atas Rp13 miliar dari BTT APBD Manggarai Barat dan Rp20 miliar bantuan Presiden yang masuk sebagai tambahan BTT di daerah.
Bupati menegaskan prioritas pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kebutuhan pada fase tanggap darurat terpenuhi. Tahap rekonstruksi rumah warga dan fasilitas umum akan dibahas kemudian dalam proses penganggaran selanjutnya.
Penyaluran beras dan bantuan beras pemerintah
Edistasius Endi menyatakan 51 ton beras yang didistribusikan kepada warga terdampak gempa seluruhnya disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Ia menegaskan jumlah itu tidak termasuk bantuan beras dari Kementerian Pertanian atau pihak lain.
Pemerintah pusat sendiri menyalurkan bantuan beras dalam skala besar untuk penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur. Badan Pangan Nasional menyebut Kabupaten Manggarai Barat mendapat alokasi 71,45 ton beras bantuan bencana serta 1,34 ribu ton bantuan pangan reguler sebagai bagian dari skema dukungan bagi tujuh kabupaten terdampak.
Di luar alokasi pemerintah pusat, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan beras khusus untuk Kabupaten Manggarai sebagai salah satu daerah terdampak, sementara untuk Manggarai Barat tercatat pengajuan bantuan beras tambahan. Skema bantuan pangan pusat ini berjalan paralel dengan bantuan yang disediakan pemerintah daerah.
Bantuan dari organisasi masyarakat
Selain bantuan pemerintah, dukungan bagi warga terdampak gempa juga datang dari organisasi keagamaan dan masyarakat sipil. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di tingkat provinsi dan kabupaten terlibat dalam penggalangan donasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur.
Ketua PHDI Nusa Tenggara Timur Wayan Dharmawa menyampaikan bahwa PHDI bekerja sama dengan komunitas lintas agama dan organisasi pemuda Hindu membuka penggalangan dana untuk membantu penanganan darurat. Donasi tersebut disalurkan melalui posko penanganan darurat di NTT dan ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan setelah bencana.
Bantuan yang dihimpun organisasi masyarakat ini berdiri terpisah dari alokasi BTT Rp13 miliar maupun distribusi beras 51 ton yang disediakan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Namun, keseluruhan dukungan tersebut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak gempa selama masa tanggap darurat.
Sumber
Berita berikutnya

Pendapatan Mabar Turun Rp47,36 Miliar di Perubahan APBD 2026
Pendapatan daerah Manggarai Barat dalam rancangan Perubahan APBD 2026 berkurang Rp47,36 miliar. Pendapatan transfer turun, target PAD naik, dan penyes…
Baca juga




