Labuan Bajo Bidik Lama Tinggal Wisatawan Naik hingga Tujuh Hari
Pemerintah pusat dan daerah menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo naik dari sekitar 2,8 hari menjadi hingga tujuh hari.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah menargetkan peningkatan rata-rata lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dari sekitar 2,8 hari menjadi hingga tujuh hari melalui pengembangan destinasi dan atraksi wisata di luar Pulau Komodo setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Rencana itu disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat koordinasi pemulihan pariwisata bersama pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo pada Jumat, 28 Agustus 2026. Menurut Widiyanti, pengembangan destinasi di luar Taman Nasional Komodo dan pusat Labuan Bajo diperlukan untuk memperluas pilihan wisata sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama.
Dalam laporan TribunFlores, pemerintah menilai pemulihan pariwisata tidak cukup dilakukan dengan memperbaiki kerusakan fisik akibat bencana. Peningkatan kualitas destinasi dan sumber daya manusia pariwisata menjadi bagian dari langkah pemulihan agar Labuan Bajo lebih tangguh terhadap risiko bencana.
Pengembangan destinasi di luar Pulau Komodo
Sejumlah kawasan di sekitar Labuan Bajo yang dibahas untuk pengembangan antara lain Pulau Kelor, Pulau Kukusan, Kanawa, serta Gua Rangko dan destinasi darat lain di sekitar kota. Pengembangan diarahkan untuk menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan dan memperkuat daya tarik Labuan Bajo di luar kawasan utama Taman Nasional Komodo.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan penambahan dan penataan tempat wisata menjadi faktor penting untuk memperpanjang kunjungan wisatawan. Ia menilai semakin banyak lokasi yang dapat ditawarkan, peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama di Labuan Bajo akan meningkat.
TribunFlores merangkum beberapa data kebijakan yang dibahas dalam pertemuan tersebut:
- Rata-rata lama tinggal wisatawan saat ini sekitar 2,8 hari.
- Target lama tinggal dalam beberapa tahun ke depan hingga tujuh hari.
- Destinasi yang disebut antara lain Pulau Kelor, Pulau Kukusan, Kanawa, dan Gua Rangko.
Media Indonesia mencatat pemerintah menyiapkan pengembangan destinasi baru di sekitar Labuan Bajo secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, termasuk ke kawasan Parapuar dan Golo Mori, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata. Widiyanti menargetkan pembangunan sejumlah destinasi baru mulai dikerjakan tahun depan dan selesai dalam waktu sekitar lima tahun.
Koordinasi pemulihan dan tata kelola pariwisata
Dalam rapat koordinasi di Labuan Bajo, Widiyanti berdiskusi dengan pemerintah daerah, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), pelaku usaha, serta asosiasi pariwisata mengenai kebutuhan pemulihan pascagempa dan penguatan tata kelola pariwisata. Kemenpar dan BPOLBF memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan normal dan kondusif beberapa hari setelah gempa, termasuk operasional pelayaran wisata dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Widiyanti menyebut pembangunan spot wisata baru di luar kawasan Taman Nasional Komodo akan dibarengi penguatan tata kelola usaha pariwisata melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan ekosistem pariwisata. Penguatan ini mencakup keselamatan wisata, penataan aktivitas pelayaran, dan penyesuaian operasional destinasi yang sempat terdampak gempa.
Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan, sementara sejumlah destinasi di wilayah Floratama di luar Manggarai Barat masih ditutup sementara sebagai langkah mitigasi. Dalam konteks tersebut, target peningkatan lama tinggal hingga tujuh hari diposisikan sebagai sasaran kebijakan jangka menengah yang akan dikejar melalui penambahan atraksi dan peningkatan kualitas layanan di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Sumber
- TribunFlores - Pemulihan Pariwisata Labuan Bajo Pascagempa, Pemerintah Kembangkan Destinasi di Luar Pulau Komodo
- Detik Bali-Nusra - Kemenpar Siapkan Destinasi Baru di Labuan Bajo Usai Gempa Flores
- Medcom - Labuan Bajo Tak Cuma Pulih dari Gempa, Kemenpar Dorong Jadi Destinasi Makin Tangguh
- Media Indonesia - Menteri Pariwisata Dorong Pemulihan Pariwisata Labuan Bajo Pascagempa
- BPOLBF Kemenpar - Pariwisata Labuan Bajo Kembali Berjalan Normal, BPOLBF Lanjutkan Pendataan Dampak Gempa di Floratama
- Pasardana - Pasca Gempa NTT, Aktivitas Pariwisata Labuan Bajo Tetap Berjalan
Berita berikutnya

IN Ditangkap, Buronan Kasus Perburuan Rusa Bersenjata di TN Komodo
IN (33), warga Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, ditangkap tim gabungan sebagai buronan kasus dugaan perburuan rusa menggunakan senjata api…

