Kemenpar, BPOLBF, dan AirAsia Luncurkan Livery Labuan Bajo di Pesawat
Kementerian Pariwisata, BPOLBF, dan Indonesia AirAsia meluncurkan livery bertema Labuan Bajo pada pesawat PK-AZN di Bali. Promosi ini diarahkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan 10–15 persen dari capaian 2024.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores dan Indonesia AirAsia meluncurkan livery bertema Labuan Bajo pada pesawat Airbus A320 berregistrasi PK-AZN di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, pada Jumat, 4 September 2026. Langkah promosi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan destinasi Labuan Bajo ke pasar yang lebih luas.
Desain pada badan pesawat itu menampilkan komodo, budaya Manggarai, kapal phinisi, panorama pantai, dan jenama Wonderful Indonesia. Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono mengatakan kolaborasi dengan maskapai menjadi salah satu cara memperkuat promosi pariwisata Labuan Bajo.
Plt Direktur Utama Indonesia AirAsia Akhmad Sadikin menyebut pemanfaatan pesawat sebagai media promosi efektif karena jaringan penerbangan perusahaan menjangkau banyak pasar. Ia juga membandingkan pendekatan ini dengan promosi yang sebelumnya dipakai untuk destinasi lain.
Data BPOLBF menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2024 mencapai sekitar 411 ribu orang. Dalam kerja sama ini, pemerintah dan AirAsia memandang visual pada pesawat sebagai sarana pengenalan destinasi kepada calon wisatawan yang menggunakan rute domestik maupun internasional.
Promosi destinasi lewat badan pesawat
Menurut BPOLBF, kolaborasi dengan Indonesia AirAsia memanfaatkan badan pesawat sebagai ruang promosi bergerak. Pesawat PK-AZN tampil dengan visual khas Labuan Bajo agar identitas destinasi lebih mudah dikenali penumpang.
BPOLBF menyebut elemen visual itu dipilih untuk memperlihatkan kekayaan alam dan budaya Manggarai. Kementerian Pariwisata ikut mendukung melalui inisiatif co-branding Wonderful Indonesia yang ditempatkan pada badan pesawat.
Akhmad Sadikin mengatakan maskapai ingin ikut mendorong promosi Labuan Bajo melalui jaringan penerbangan yang dimilikinya. Ia menyatakan pendekatan serupa pernah digunakan pada promosi destinasi lain dan dinilai membantu memperluas paparan ke calon wisatawan.
Dwi Marhen Yono menilai kerja sama dengan maskapai dapat diperluas untuk mendukung sektor pariwisata Labuan Bajo. Dengan basis kunjungan 2024 yang berada di kisaran 411 ribu wisatawan, promosi baru ini diarahkan untuk menjaga arus kedatangan ke destinasi tersebut.
Dalam laporan yang sama, target peningkatan kunjungan disebut berada pada kisaran 10 hingga 15 persen dari capaian 2024. Angka itu menjadi acuan pemerintah dalam membaca peluang dampak promosi visual pada pesawat.
Indonesia AirAsia juga memanfaatkan rute internasional dan domestik untuk mengangkat destinasi wisata Indonesia. Perusahaan menyebut cara itu sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan promosi di luar media konvensional.
Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi yang terus didorong melalui kerja sama promosi dengan sektor penerbangan. Pemerintah berharap visual pada pesawat memberi paparan berulang kepada penumpang di berbagai rute.
Sumber
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…
Baca juga


