Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

MPMX Transplantasi 500 Bibit Karang di Pulau Messah

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk meresmikan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Manggarai Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meresmikan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 4 September 2026. Pada tahap awal, perusahaan menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 32 unit spider frame sebagai media transplantasi, menurut pemberitaan Media Indonesia dan Merdeka.com.

Program rehabilitasi bawah laut ini dijalankan sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan MPM Green Action 2026 yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo karena pulau tersebut berada di kawasan penyangga taman nasional.

Sebelum kegiatan transplantasi dimulai, MPMX mengawali rangkaian program dengan silaturahmi dan edukasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, nelayan, dan warga Desa Pasir Putih sejak April 2026. Dalam fase ini, masyarakat pesisir yang bergantung pada perikanan dan wisata bahari diperkenalkan pada pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

Warga dilatih mengelola coral nursery

Perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih dan para nelayan setempat memperoleh pelatihan teknis mengenai pengelolaan coral nursery sebelum penanaman karang dilakukan. Menurut laporan Media Indonesia dan Suara.com, materi pelatihan mencakup pemilihan fragmen karang yang layak, pemasangan dan perawatan media transplantasi, serta pemantauan pertumbuhan karang di area rehabilitasi.

Sejumlah media nasional mencatat bahwa warga dilatih langsung untuk merawat media spider frame dan melakukan pemantauan berkala terhadap laju pertumbuhan karang. Pendekatan berbasis masyarakat ini dimaksudkan agar rehabilitasi terumbu karang tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut pada perawatan dan pengawasan ekosistem secara mandiri.

GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, dalam keterangan yang dikutip berbagai media, menjelaskan bahwa program transplantasi terumbu karang Pulau Messah merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk memulihkan ekosistem laut dan sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas lokal. Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang yang menyeimbangkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Target empat tahun dan peluang wisata bahari

Media Indonesia merinci bahwa program transplantasi terumbu karang di Pulau Messah direncanakan berlangsung selama empat tahun hingga 2030, dengan fokus di Desa Pasir Putih. Dalam periode tersebut, MPMX menargetkan 500 bibit terumbu karang yang ditopang 32 unit spider frame sebagai fondasi rehabilitasi ekosistem bawah laut.

Sejumlah laporan menyebut proyek konservasi berjangka empat tahun itu diharapkan memulihkan ekosistem laut, memperkuat kapasitas warga, dan menopang perekonomian pesisir melalui perikanan dan potensi ekowisata bahari. Terumbu karang yang lebih sehat dinilai dapat mendukung keberlanjutan sumber daya ikan sekaligus memperkuat daya tarik wisata bawah laut di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo.

Kelanjutan aksi lingkungan MPMX di NTT

Program Pulau Messah melanjutkan kontribusi MPMX pada pelestarian lingkungan di Nusa Tenggara Timur. Dalam program rehabilitasi mangrove yang dimulai lebih dulu di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, perusahaan ini dilaporkan telah menanam total 100.000 bibit mangrove hingga 2025 di lahan konservasi seluas 10 hektare.

Menurut JPNN.com, kegiatan di Golo Sepang terintegrasi dengan budi daya kepiting bakau dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Agenda 2026–2030 di Pulau Messah berfokus pada transplantasi karang dan pelatihan coral nursery, dengan pelibatan masyarakat sebagai unsur utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.