Kemenhub Tinjau Lima Bandara Terdampak Gempa NTT, Soa Bajawa Diprioritaskan
Kementerian Perhubungan meninjau lima bandara terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT dan menyebut Bandara Soa Bajawa sebagai salah satu prioritas pemulihan. Seluruh bandara di Flores tetap beroperasi dengan pembatasan di area terdampak.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Perhubungan mempercepat pemulihan fasilitas di sejumlah bandar udara Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa memimpin peninjauan lapangan ke lima bandar udara terdampak pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Menurut keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, lokasi yang dikunjungi adalah Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandar Udara Soa Bajawa, dan Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas dan aset bandar udara pascagempa, mengidentifikasi kebutuhan penanganan, serta memastikan langkah pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan terukur. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pemulihan.
Dalam sejumlah pernyataan resmi, pemerintah menyebut seluruh bandar udara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi melayani penerbangan pascagempa, meski dengan pembatasan pada area tertentu yang terdampak. Pembatasan diterapkan untuk mendukung pemeriksaan teknis dan perbaikan sembari menjaga keselamatan operasional.
Soa Bajawa jadi salah satu prioritas
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Bandar Udara Soa di Bajawa, Kabupaten Ngada. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pemulihan sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung di Soa menjadi prioritas.
Berdasarkan laporan Ditjen Perhubungan Udara yang dikutip sejumlah media, Bandara Soa mengalami kerusakan sedang pada landasan pacu dan bangunan, serta retakan pada fasilitas pendukung. Di area terminal penumpang dan bangunan lain dilaporkan terdapat kerusakan pada plafon, kaca, dan dinding, sementara di runway ditemukan retak memanjang.
Menurut Lukman F. Laisa, pemulihan akan disusun berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan tiap fasilitas. Temuan lapangan digunakan sebagai dasar penetapan langkah lanjutan, termasuk pengamanan area yang berpotensi berisiko dan penyesuaian pola operasi penerbangan.
Di sisi pelayanan navigasi penerbangan, laporan resmi menyebut sejumlah unit pelayanan di Flores terdampak gempa, namun personel dilaporkan dalam kondisi selamat. Mitigasi dilakukan melalui penempatan peralatan komunikasi dan armada penanggulangan keadaan darurat di lokasi yang lebih aman serta pembatasan akses ke area yang dinilai berisiko.
Bandara Komodo tetap beroperasi dengan pembatasan
Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo tetap melayani penerbangan pascagempa. Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Komodo menyatakan operasional penerbangan berjalan dengan pembatasan pada area tertentu setelah pemeriksaan awal menemukan retakan pada salah satu bagian taxiway.
Pengelola bandara menjelaskan bahwa landas pacu dan apron berada dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk operasi penerbangan. Pembatasan dilakukan pada area taxiway yang terdampak untuk memberi ruang bagi pemeriksaan teknis lebih lanjut sebelum area tersebut kembali digunakan secara normal.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyebut tidak ada penutupan operasional bandar udara di Flores akibat gempa. Penerbangan tetap dilayani, termasuk untuk mobilisasi masyarakat, bantuan kemanusiaan, logistik, dan kebutuhan penanganan pascabencana.
Langkah lanjutan dan pemantauan
Dalam kunjungan ke lima bandar udara, rombongan Ditjen Perhubungan Udara juga menyerahkan bantuan kepada jajaran bandara di wilayah terdampak sebagai dukungan bagi personel yang tetap menjalankan pelayanan di tengah situasi pascabencana.
Pemerintah belum mengumumkan jadwal rinci pengembalian seluruh fasilitas ke kondisi sebelum gempa maupun waktu pencabutan pembatasan operasional di area terdampak. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan pemantauan dan pemeriksaan teknis masih berlangsung, dan langkah pemulihan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi di lapangan.
Penumpang dan pengguna jasa penerbangan di Flores diimbau mengikuti informasi terbaru dari pengelola bandara dan maskapai mengenai kondisi fasilitas dan operasional penerbangan, terutama terkait pembatasan di area tertentu selama proses pemulihan berlangsung.
Sumber
Berita berikutnya

BMKG Prakirakan Cuaca Tiga Wilayah Flores Kondusif
BMKG Sikka memprakirakan cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 20 September 2026 kondusif, dengan kondisi cerah hingga cerah berawa…
Baca juga



