Keluarga Lusia Jeria Menolak Autopsi dan Proses Hukum Lanjutan
Polisi menyebut keluarga Lusia Jeria menolak autopsi setelah jenazah perempuan 25 tahun itu ditemukan di Kali Wae Kakor, Manggarai, pada 27 Oktober 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kampung Karot — Polisi mengevakuasi jenazah Lusia Jeria, 25 tahun, dari aliran Kali Wae Kakor pada Selasa, 27 Oktober 2026. Keluarga kemudian menolak autopsi dan tidak menghendaki proses hukum lanjutan.
Mengapa ini penting: Keluarga menolak autopsi dan proses hukum lanjutan setelah Lusia Jeria ditemukan meninggal di Kali Wae Kakor pada 27 Oktober 2026.
Kepala Seksi Humas Polres Manggarai, AKP Gusti Putu Saba Nugraha, mengatakan jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ruteng untuk pemeriksaan medis setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.
Menurut Nugraha, pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Dokter juga menduga Lusia mengalami kekurangan oksigen setelah terjatuh ke aliran kali. Dugaan itu kemungkinan berkaitan dengan riwayat epilepsi yang dimiliki korban.
Polisi menegaskan dugaan tersebut bukan kepastian karena keluarga menolak autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani dan disaksikan anggota keluarga, termasuk Damianus Kadas, saudara kandung Lusia.
Lusia ditemukan warga sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah menerima laporan, personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dan Unit Identifikasi Polres Manggarai mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Jenazah Lusia kemudian dibawa ke rumah keluarga di Kampung Lengor, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, untuk disemayamkan sambil menunggu kesepakatan keluarga mengenai pemakaman.
Polisi Imbau Keluarga Lebih Waspada
Kapolres Manggarai melalui Kepala Seksi Humas mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit tertentu dan membutuhkan pendampingan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau kali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Sosial & Kemanusiaan
Forum Disabilitas Manggarai Dibentuk di Ruteng
Forum Anak dan Remaja Disabilitas Manggarai dibentuk di Aula SLB Karya Murni Ruteng. Wadah ini ditujukan untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangka…
Terbaru di Hukum & Kriminal

Baca juga




