Kabar Labuan Bajo

Jumat, 30 Oktober 2026

Pemerintah Pusat Koordinasikan BBM Nelayan Labuan Bajo

Dudung Abdurachman menyoroti pasokan BBM nelayan Labuan Bajo yang disebut berkurang. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan Pertamina.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampak atas perahu kecil berisi beberapa tangki bahan bakar merah dan alat pancing di atas air.
Ilustrasi: Tampak atas perahu kecil berisi beberapa tangki bahan bakar merah dan alat pancing di atas air. · Foto: Jake Ryan / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah pusat akan mengoordinasikan persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Pertamina, dan pihak terkait. Persoalan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, setelah rapat koordinasi di ruang VIP Bandara Komodo pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Pasokan BBM nelayan disebut mengalami pengurangan. Dudung menilai persoalan tersebut perlu ditelusuri dan dibahas lintas kementerian serta lembaga agar kebutuhan masyarakat pesisir tetap diperhatikan.

Pasokan BBM menentukan kelancaran nelayan Labuan Bajo

Bagi nelayan di Labuan Bajo, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas melaut dan keberlangsungan mata pencaharian. Isu ini juga bersinggungan dengan pengelolaan pelayaran dan kegiatan pariwisata di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan bahwa pasokan BBM nelayan menjadi salah satu hal yang disoroti dalam kunjungan kerja Menko Polkam. Rapat koordinasi di Bandara Komodo turut membahas sejumlah persoalan strategis di Labuan Bajo, termasuk pasokan BBM.

Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat memperjelas pembagian kewenangan pemerintah pusat dan daerah. Dudung juga menegaskan perlunya menginventarisasi persoalan yang melibatkan kedua tingkat pemerintahan agar penanganannya dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Langkah berikutnya yang disebutkan dalam laporan adalah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Pertamina, dan pihak terkait lainnya. Laporan tidak menyebutkan angka pengurangan pasokan maupun jadwal penyelesaian persoalan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kota Labuan Bajo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.