Kabar Labuan Bajo

Jumat, 30 Oktober 2026

Camino de Flores Dikembangkan sebagai Ikon Wisata Religi Flores

Kementerian Pariwisata dan BPOLBF mengembangkan Camino de Flores sebagai jalur wisata religi Katolik lintas Flores. Etape awal menghubungkan Bajawa, Nagekeo, dan Ende.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sejumlah orang tampak berjalan di jalur setapak perbukitan gersang di bawah langit biru cerah.
Ilustrasi: Sejumlah orang tampak berjalan di jalur setapak perbukitan gersang di bawah langit biru cerah. · Foto: Andri Wijayanto / Pexels

Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengembangkan Camino de Flores sebagai pola perjalanan wisata religi Katolik yang menghubungkan situs keagamaan, desa wisata, lanskap alam, dan tradisi budaya di Pulau Flores. Inisiatif ini diperkenalkan di Jakarta pada 13 Oktober 2026 dan tahap percontohan Etape Tengah dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Oktober 2026.

Rute awal membentang dari Bajawa melalui Nagekeo hingga Ende. Peserta dari komunitas karitatif menempuh sekitar 70 kilometer dengan berjalan kaki, mengunjungi gereja, kampung adat, situs budaya, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat. Jalur ini melintasi Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Camino de Flores membuka jalur wisata di luar Labuan Bajo

Program tersebut dirancang untuk memperluas manfaat pariwisata yang selama ini terkonsentrasi di Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat. Bagi warga di wilayah Flores lainnya, pola perjalanan ini menghubungkan pengalaman ziarah dengan budaya lokal, pemandangan alam, dan kegiatan sosial.

BPOLBF menyebut Camino Flores mengadopsi semangat Camino de Santiago de Compostela di Spanyol. Pengembangannya dibagi menjadi tiga etape. Etape Barat direncanakan menghubungkan Labuan Bajo dan Ruteng, sedangkan Etape Timur mencakup rute Maumere–Larantuka. Setiap etape dirancang sepanjang 70 kilometer.

Perjalanan Etape Tengah berakhir pada 26 Oktober 2026 setelah peserta menuntaskan rute menuju Puncak Danau Kelimutu dan Desa Wisata Waturaka di Kabupaten Ende. BPOLBF menyatakan pengembangan berikutnya akan melibatkan keuskupan, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.