Kabar Labuan Bajo

Jumat, 30 Oktober 2026

Hunian Homestay Labuan Bajo Berubah, Pelaku Usaha Minta Infrastruktur Dibenahi

Pemilik homestay lokal di Labuan Bajo menghadapi hunian harian yang berubah-ubah meski wisatawan datang. Pelaku usaha meminta pelayanan, infrastruktur, dan penerangan jalan dibenahi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kamar tidur berukuran luas dengan perabot kayu, tempat tidur tertata rapi, dan lemari.
Ilustrasi: Kamar tidur berukuran luas dengan perabot kayu, tempat tidur tertata rapi, dan lemari. · Foto: Keegan Checks / Pexels

Labuan Bajo — Pemilik homestay lokal di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tingkat hunian yang berubah-ubah meski wisatawan tetap datang. Kondisi itu disampaikan Dafrosalia Dalima, pengelola Ocha Bajo Homestay, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Sepanjang Oktober 2026, Ocha Bajo Homestay mencatat 192 kamar terisi. Namun, hunian harian belum stabil. Dari delapan kamar yang tersedia, kadang hanya empat atau lima kamar yang ditempati, sementara pada hari tertentu seluruh kamar terisi.

Dafrosalia mengatakan penyediaan kamar saja belum cukup untuk menjaga keberlangsungan usaha. Pengelola berupaya mempertahankan kebersihan, kenyamanan, harga yang sesuai, serta fasilitas Wi-Fi untuk menarik dan menjaga pelanggan.

Para pelaku usaha juga meminta peningkatan pelayanan, perbaikan infrastruktur di sekitar tempat usaha, dan penerangan jalan. Mereka berharap wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga menginap sehingga perputaran ekonomi masyarakat lokal ikut bergerak.

Hunian yang tidak stabil menekan usaha lokal Labuan Bajo

Situasi ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena pertumbuhan kunjungan wisatawan belum otomatis membuat penginapan milik warga selalu penuh. Persaingan akomodasi dan keterbatasan infrastruktur turut memengaruhi kemampuan homestay lokal mempertahankan usaha.

Ocha Bajo Homestay mulai beroperasi pada Juni 2025. Pengalaman pengelolanya menunjukkan bahwa jumlah tamu dapat berubah dari satu hari ke hari berikutnya, sekalipun aktivitas wisata dan penerbangan tetap memengaruhi arus kunjungan ke Labuan Bajo.

Perbaikan pelayanan, infrastruktur, dan penerangan jalan menjadi kebutuhan yang disampaikan pelaku usaha untuk mendukung homestay lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.