Kapolres Mabar Datangkan Terapis bagi Dua Penyintas Gempa Penderita Stroke
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mendatangkan terapis pribadi bagi dua warga penyintas gempa penderita stroke di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, sekaligus menyerahkan bantuan semen, sembako, dan selimut di…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mendatangkan terapis pribadi untuk membantu dua warga penyintas gempa yang menderita stroke di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut laporan RRI, terapi diberikan kepada Bernadus Jaman, 63 tahun, dan Rofina Fatimah, 53 tahun, di tenda pengungsian mandiri di kawasan pemukiman Translok Blok D. Keduanya mengungsi karena rumah mereka rusak akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan sekitarnya pada 19 Agustus 2026.
Rombongan Polres Manggarai Barat pertama kali mendatangi kediaman pasangan Bernadus Jaman dan Marta Reni, 52 tahun, sekitar pukul 14.25 WITA. Bagian belakang dan samping rumah mereka mengalami kerusakan berat, sehingga keluarga memilih tinggal di tenda darurat di halaman rumah.
Di lokasi ini, Kapolres Manggarai Barat menyerahkan bantuan berupa tujuh sak semen, dua paket sembako dari Kapolda NTT, dan satu selimut tebal kepada keluarga Bernadus.
Terapis didatangkan ke tenda pengungsian
Sekitar lima menit setelah mengunjungi keluarga Bernadus, rombongan Kapolres mendatangi tenda pengungsian milik Rofina Fatimah. Rofina disebut telah menderita stroke selama hampir tujuh tahun dan terpaksa mengungsi karena dinding rumahnya retak parah dan dinilai berisiko ambruk.
RRI melaporkan, Rofina mengaku belum mendapatkan pemeriksaan medis selama lima hari berada di pengungsian mandiri. Melihat keterbatasan mobilitas dan ketiadaan layanan medis di lokasi, AKBP Christian menghubungi terapis pribadinya, Haji Zaeb, yang kemudian diantar ajudan menuju tenda pengungsian untuk memberikan penanganan kepada Bernadus dan Rofina.
Dalam laporan yang sama, Kapolres menyatakan kehadiran kepolisian dalam penanganan warga terdampak bencana bukan hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan kesehatan dasar warga yang sakit di tenda darurat. Di tenda Rofina, Polres Manggarai Barat menyerahkan tambahan empat sak semen, satu paket sembako dari Kapolda NTT, dan satu selimut tidur.
Keluarga rentan dan pemulihan pascabencana
Tribratanews Polri menggambarkan kunjungan Kapolres Manggarai Barat ke Translok Blok D sebagai bagian dari upaya menjangkau keluarga rentan, khususnya penyintas yang bermalam di tenda darurat akibat rumah rusak dan menderita sakit stroke. Di lokasi Bernadus dan Rofina, Kapolres disebut memberikan penguatan moral serta komitmen untuk mengoordinasikan terapi stroke dan penyediaan obat-obatan secara berkala dari tim medis kepolisian.
Media lain mencatat pola kunjungan serupa di Golo Tanggar, di mana Kapolres tidak hanya menyalurkan bantuan logistik dan bahan bangunan, tetapi juga menjanjikan penanganan medis bagi warga yang sakit. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kepolisian di Manggarai Barat dalam mendampingi penyintas gempa, termasuk pembersihan puing rumah warga dan pendampingan psikologis bagi anak-anak pengungsi.
Data yang termuat dalam berbagai laporan menyebutkan bahwa bantuan kepada dua keluarga di Translok Blok D meliputi layanan terapi untuk Bernadus Jaman dan Rofina Fatimah, serta dukungan material berupa semen, paket sembako dari Kapolda NTT, dan selimut tidur.
Sumber
Berita berikutnya


