Undana Salurkan Relawan dan Bantuan untuk Gempa Flores
Undana menyalurkan relawan, bantuan logistik, dan tim medis untuk penanganan gempa Flores. Kampus juga memberi relaksasi akademik serta keringanan UKT bagi mahasiswa terdampak.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Universitas Nusa Cendana (Undana) menyalurkan bantuan dan relawan untuk penanganan dampak gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Kampus itu juga menyiapkan relaksasi akademik dan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2026, Undana menyebut posko utama tanggap bencana ditempatkan di Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rektorat Undana di Kupang. Posko itu menjadi pusat penerimaan logistik, pendaftaran relawan, dan koordinasi bantuan dengan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.
Undana kemudian memberangkatkan tim kemanusiaan tahap pertama pada 19 Agustus 2026. Menurut laman resmi kampus, tim ini berangkat menuju Ende dengan membawa bantuan logistik dan perlengkapan darurat untuk asesmen awal di wilayah terdampak.
Pada 22 Agustus 2026, Undana melanjutkan pengiriman tim bantuan medis tahap kedua ke Flores. Kampus tersebut menyebut misi itu difokuskan pada layanan kesehatan fisik dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak.
Relaksasi akademik dan bantuan UKT
Undana juga mengeluarkan kebijakan afirmatif bagi mahasiswa terdampak gempa. Dalam informasi resmi kampus, kebijakan itu mencakup kelonggaran jadwal perkuliahan hingga awal September 2026, perpanjangan waktu pembayaran UKT, dan opsi keringanan lanjutan bagi mahasiswa yang terdampak langsung.
Kampus juga menyiapkan bantuan bagi mahasiswa yang rumahnya rusak akibat gempa. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan studi mahasiswa sambil memberi ruang bagi mereka untuk fokus pada kondisi keluarga dan tempat tinggal.
Di sisi lain, media lokal di Nusa Tenggara Timur melaporkan Undana mengerahkan 75 relawan dan menyiapkan dana Rp100 juta untuk mendukung penanganan bencana. Laporan itu juga menyebut dana terkumpul Rp53,5 juta hingga 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, serta pengiriman bantuan dalam dua gelombang.
Berdasarkan sumber resmi kampus, gelombang awal yang diberangkatkan berjumlah 20 personel, sedangkan pengiriman berikutnya berfokus pada tim medis dan relawan tambahan. Rangkaian langkah itu menunjukkan respons Undana dilakukan bertahap, mulai dari asesmen awal, dukungan medis, hingga bantuan akademik bagi mahasiswa terdampak.
Gempa Flores pada 15 Agustus 2026 memicu respons kebencanaan di sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Undana menyatakan dukungan itu dijalankan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan jejaring kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Berita berikutnya
Gempa Flores: 1 Guru dan 4 Siswa Tewas di Manggarai Timur
Satu guru dan empat siswa di Manggarai Timur dilaporkan meninggal akibat runtuhan bangunan saat gempa Flores 15 Agustus 2026. Ratusan gedung sekolah r…
Baca juga


