Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Selama Puluhan Tahun Warga Golo Tanggar Mengonsumsi Air Kali

Selama puluhan tahun, warga tiga dusun di Desa Persiapan Golo Tanggar, Manggarai Barat, mengandalkan air kali yang juga digunakan kerbau untuk berendam sebagai sumber utama air minum dan kebutuhan rumah tangga.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Warga tiga dusun di Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menggunakan air kali untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lain sejak akhir 1990-an. Kondisi ini disoroti Ketua DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar pada Jumat, 4 Juni 2021, menurut laporan Patrolipost.

Laporan itu menyebut warga Dusun Laing Bakok, Wae Bue, dan Bancang mengandalkan aliran Sungai Wae Rae sebagai satu-satunya sumber air. Di lokasi yang sama, kerbau juga berendam sehingga air yang ditimba warga kerap keruh, berbau, dan tercampur kotoran hewan maupun manusia.

Patrolipost mencatat, selama hampir puluhan tahun warga tiga dusun tersebut tidak memiliki jaringan air bersih. Mereka mengambil air langsung dari kali atau saluran irigasi, yang juga berpotensi terkontaminasi bahan kimia pertanian. Seorang warga bernama Agustina Ilut menuturkan air diendapkan satu hingga dua hari sebelum dimasak dan dikonsumsi sekeluarga.

Data utama

  • Wilayah: Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
  • Dusun terdampak: Laing Bakok, Wae Bue, dan Bancang.
  • Lama penggunaan air kali yang dilaporkan: sejak 1998 hingga setidaknya 2021.
  • Kebutuhan: minum, memasak, mandi, mencuci, dan keperluan lain.

Tanggapan DPRD dan perlunya uji kualitas air

Martinus Mitar menyesalkan kondisi tersebut yang berlangsung hingga puluhan tahun dan masih terjadi ketika ia diwawancarai. Ia menilai pemerintah harus memastikan penyediaan air minum bersih dimaksimalkan dan meminta Dinas Kesehatan segera memeriksa kualitas air yang dikonsumsi warga.

Menurut Martinus, penggunaan air kali untuk konsumsi menuntut langkah proaktif pemerintah daerah untuk mengurangi risiko kesehatan jika sumber air tidak memenuhi persyaratan teknis. Uji kualitas air diperlukan sebagai dasar untuk menilai tingkat pencemaran, menentukan apakah air aman untuk kebutuhan tertentu, dan menetapkan perlakuan atau sumber alternatif.

Dalam laporan yang sama, belum ada keterangan rinci mengenai titik pengambilan sampel, parameter uji, atau lembaga laboratorium yang akan dilibatkan. Data penyakit yang kemungkinan terkait penggunaan air Sungai Wae Rae juga belum diuraikan.

Rencana jaringan air bersih ke Macang Tanggar dan Golo Tanggar

Martinus menyampaikan bahwa penyediaan sarana prasarana jaringan air bersih untuk Desa Macang Tanggar telah dianggarkan pada 2021, tetapi pelaksanaannya tertunda akibat refocusing anggaran terkait penanganan pandemi Covid-19. Program tersebut akan didorong kembali pada 2022.

Ia berharap jaringan air bersih PDAM yang dibangun di Macang Tanggar dapat menyuplai air bersih ke Desa Golo Tanggar. Martinus juga mendorong PDAM Wae Mbeliling melakukan survei dan mempertimbangkan penambahan jaringan ke Macang Tanggar serta Golo Tanggar karena kedua wilayah dinilai dekat dengan Labuan Bajo.

Pada Agustus 2023, laporan Radio Republik Indonesia menyebutkan bahwa jaringan air minum bersih di Desa Macang Tanggar ditargetkan selesai terpasang pada akhir 2023 sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih. Namun, laporan itu tidak merinci cakupan layanan hingga ke Golo Tanggar maupun jumlah rumah tangga yang terlayani.

Dokumen perencanaan dan laporan kinerja pemerintah kabupaten menunjukkan adanya refocusing anggaran sektor infrastruktur dan air minum pada 2021 untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun, tidak ada rincian spesifik tentang kegiatan jaringan air bersih yang langsung menyebut Golo Tanggar.

Konteks dan linimasa

  • Sejak sekitar 1998: warga tiga dusun di Golo Tanggar dilaporkan menggunakan air kali Wae Rae untuk berbagai kebutuhan.
  • 31 Mei 2021: laporan mengenai warga di daerah wisata super prioritas yang mengonsumsi air kali dan berbagi sumber dengan kerbau serta irigasi pertanian.
  • 4 Juni 2021: Ketua DPRD Manggarai Barat meminta pemerintah mempercepat penyediaan air bersih, mendorong perluasan jaringan PDAM, dan meminta Dinas Kesehatan memeriksa kualitas air di Golo Tanggar.
  • 2023: jaringan air minum bersih di Desa Macang Tanggar ditargetkan selesai dipasang pada akhir tahun.

Pemerintah daerah, PDAM, dan Dinas Kesehatan belum mengumumkan secara terbuka, dalam sumber yang ditelusuri, hasil uji kualitas air Sungai Wae Rae maupun status pasti perluasan jaringan perpipaan hingga Golo Tanggar setelah 2021. Informasi terkini mengenai akses air warga tiga dusun masih perlu diperbarui oleh instansi terkait.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.