Kafe Gracia Sunset, Persinggahan Wisatawan di Jalur Mbeliling
Kafe Gracia Sunset di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, menjadi tempat singgah wisatawan di jalur menuju berbagai air terjun.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Labuan Bajo — Kafe Gracia Sunset di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi tempat singgah wisatawan yang melintas menuju sejumlah destinasi alam di kawasan Mbeliling. Pemilik kafe, Hironimus Suasa, 56 tahun, merintis usaha tersebut sekitar 2022–2023 menurut wawancara yang dimuat RRI Ende.
Menurut pemberitaan RRI, kafe yang berada di kawasan Viewpoint Cicononggo itu menyediakan tempat beristirahat bagi pengunjung sekaligus menawarkan kopi, kelapa, nanas, dan beberapa jenis minuman serta makanan lain. Wisatawan yang hendak berkunjung ke Air Terjun Cunca Wulang disebut sebagai salah satu kelompok pengunjung yang kerap berhenti di kafe tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.
Hironimus mengatakan kepada RRI bahwa wisatawan biasanya singgah untuk minum atau beristirahat, sekaligus menanyakan akses menuju sejumlah air terjun di wilayah Mbeliling. Kafe itu berfungsi sebagai tempat makan dan minum, sekaligus titik informasi informal bagi wisatawan yang mencari arah ke berbagai lokasi wisata alam.
Destinasi yang disebut di kawasan Mbeliling antara lain Cunca Plias, Cunca Perlamping, Cunca Jami, dan Cunca Rami. Keberadaan Kafe Gracia Sunset di jalur menuju destinasi-destinasi tersebut membuat usaha kecil ini menjadi salah satu titik layanan bagi wisatawan di luar kawasan pusat Labuan Bajo.
Kafe di Tengah Penutupan Cunca Wulang
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menutup sementara Air Terjun Cunca Wulang beberapa kali pada 2026. Pada pertengahan Januari 2026, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat menutup sementara objek wisata Gua Rangko, Cunca Wulang, dan Pantai Mberenang karena peringatan cuaca ekstrem dan keselamatan pengunjung, berdasarkan pengumuman resmi InfoMabar, kanal informasi Pemkab Manggarai Barat.
Penutupan akibat cuaca buruk itu berlangsung pada 14–15 Januari 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah peringatan dini BMKG mengenai potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
Pada Mei 2026, Cunca Wulang kembali ditutup sementara setelah insiden jembatan gantung di kawasan air terjun itu ambruk dan menyebabkan dua wisatawan asal Austria meninggal dunia. Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat menyatakan kepada media bahwa penutupan dilakukan atas rekomendasi tertulis kepolisian untuk kepentingan investigasi keselamatan dan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan berulang Cunca Wulang sebagai salah satu tujuan wisata utama di Kecamatan Mbeliling berpotensi memengaruhi arus wisatawan yang melintas di jalur menuju kawasan tersebut, termasuk wisatawan yang singgah di Kafe Gracia Sunset. Namun, laporan resmi pemerintah daerah menyebutkan bahwa secara keseluruhan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan dan kembali normal setelah gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Dampak Gempa dan Kondisi Usaha
Gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak pada banyak permukiman di Manggarai Barat. Data pemerintah daerah yang dikutip media nasional mencatat puluhan ribu jiwa terdampak dan lebih dari sepuluh ribu rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat di beberapa kecamatan, termasuk wilayah perbukitan Mbeliling.
Dalam laporan RRI, bagian depan rumah Hironimus di Desa Tondong Belang disebut mengalami kerusakan akibat gempa, tetapi ia memilih tetap berjualan di Kafe Gracia Sunset. Hironimus memindahkan sebagian peralatan usaha dari dalam rumah ke area luar untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa susulan dan sambil menunggu perbaikan bangunan.
Meski kawasan Labuan Bajo secara umum kembali menerima wisatawan dan destinasi utama mulai beroperasi lagi setelah asesmen keselamatan, pelaku usaha kecil seperti Hironimus di jalur menuju Mbeliling harus menyesuaikan diri dengan perubahan pola kunjungan. Penutupan sementara Cunca Wulang dan dampak gempa terhadap infrastruktur lokal dapat mengurangi arus wisatawan yang melintas di Desa Tondong Belang.
Hironimus menyatakan kepada RRI bahwa Kafe Gracia Sunset tetap menjadi sumber penghasilan utamanya. Ia bertahan berjualan di tengah kerusakan rumah dan dinamika pariwisata Flores bagian barat, sambil melayani wisatawan yang masih melintas menuju berbagai destinasi di Mbeliling dan daratan Flores.
Data usaha yang tercatat
- Lokasi: Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
- Pengelola: Hironimus Suasa, 56 tahun.
- Mulai dirintis: sekitar 2022–2023.
- Produk yang disebut: kopi, kelapa, nanas, dan beberapa minuman serta makanan lain.
Sumber
- RRI Ende - Depan Rumah Rusak akibat Gempa, Hironimus Tetap Bertahan Berjualan
- InfoMabar Pemkab Manggarai Barat - Antisipasi Dampak Buruk Cuaca Ekstrem, Pemkab Mabar Tutup Sejumlah Obyek Wisata
- Detik travel Nusra - Wisata Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo Ditutup Usai 2 Turis Asing Tewas
- Investortrust - Dirut Freeport Kunjungi Korban Gempa di Desa Cunca Wulang, Manggarai Barat
Berita berikutnya

Gempa Flores 7,7: Koperasi Jaga Layanan dari Lokasi Darurat
KSP Kopdit Pintu Air di Flores memindahkan layanan ke lokasi darurat di halaman kantor untuk tetap melayani anggota setelah gempa 7,7 di Flores.
Baca juga




